Pengaktifan Kembali Reaktor Nuklir Jepang Menuai Protes

Pada selasa (11/8) Jepang kembali mengaktifkan reactor nuklir untuk pertamakalinya setelah hampir dua tahun dimatikan untuk negara yang haus akan energi tersebut, hal itu memicu kekhawatiran publik mengingat krisis nuklir yang terjadi di Fukushima tahun 2011, yakni bencana atom terbesar dalam satu generasi. Kyushu Electric Power kembali mengaktifkan reactor nuklir pada pukul 10:30 waktu setempat. Pengoprasian ini akan menjadi yang pertama dibawah peraturan keselamatan yang ketat sejak bencana gempa dan tsunami di timur Jepang 2011.

Reaktor berusia 31 tahun tersebut diperkirakan akan mencapai kapasitas penuh pada pukul 23:00 waktu setempat dan mulai menghasilkan listrik pada hari jumat. Menurut salah seorang juru bicara perusahaan, operasi komersial akan dimulai pada awal bulan depan.

Pengaktifan kembali reactor datang lebih dari empat tahun setelah gempa yang memicu tsunami dan mengakibatkan kebocoran reactor di Fukushima, yang lalu mendorong penutupan reactor nuklir Jepang dan membuat pertimbangan akan penggunaan reactor nuklir di masa depan. Kecelakaan tersebut mengirim radiasi di wilayah pemukiman yang luas dan memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka yang kemungkinan tidak akan dihuni lagi. pelucutan reactor Fukushima yang lumpuh diperkirakan akan memakan waktu selama beberapa dekade dengan kompensasi biaya melebihi 6 triliyun yen, belum termasuk biaya untuk pembersihan situs reactor tersebut.

Sentiment anti-nuklir masih tinggi diantara orang-orang Jepang dan televisi lokal Jepang menunjukkan demonstran yang bersitegang dengan aparat kepolisian di depan reactor Sendai, yang terletak di selatan pulau utama Kyushu. Sekitar 200 demonstran berkumpul dilokasi reactor, termasuk diantaranya mantan Perdana Menteri Naoto Kan yang kini menjadi aktivis anti-nuklir.

Bangsa miskin sumber daya yang pernah mengandalkan reactor tenaga nuklir untuk seperempat tenaga listrik di negara tersebut, menyalakan kembali dua reactor sementara untuk memenuhi kebutuhan tenaga setelah Fukushima. Namun, keduanya kini telah mati sejak September 2013, membuat negara tersebut bebas nuklir kurang lebih selama dua tahun. Negara ini telah dihantar kedalam peraturan keselamatan yang ketat untuk menghindari terulangnya kecelakaan di tahun 2011, termasuk langkah-langkah pencegahan cadangan.

Operator listrik Jepang telah menerapkan untuk me-restart 25 reaktor, meskipun ada penentangan publik yang kuat tentang bencana di pabrik Fukushima Daiichi dipicu oleh gempa besar dan tsunami. Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah ingin tetap melanjutkan dengan mengaktifkan kembali reaktor setelah mereka lulus "screening keamanan terberat di dunia".


(ADP)