Nitama, Kucing Suksesor untuk Tama Sebagai Kepala Stasiun Kishi


Perusahaan kereta listrik Wakayama, Wakayama Electric Railway Co. yang belakangan ini berduka karena kehilangan “kepala stasiun” Kishi yang populer, telah menunjuk kucing lain untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Tama si kucing kepala stasiun sebelumnya, dengan harapan tradisi tersebut akan terus menarik penumpang. Perusahaan kereta yang pernah diselamatkan oleh sesosok kucing dalam masalah keuangan, selasa (11/8) kemarin menunjuk kucing bernama Nitama, seekor kucing betina berusia lima tahun sebagai kepala Stasiun Kishi di Kikonawa, Prefektur Wakayama Jepang.

Seperti pendahulunya yang meninggal pada bulan Juni, Nitama adalah jenis kucing calico. Selain itu, perusahaan kereta tersebut juga menunjukkan kuil untuk Tama, sebuah kuil Shinto yang menjujung Tama sebagai dewa penyelamat dari kerugin untuk jalur Kishigawa. Presiden perusahaan, Mitsunobu Kojima mengatakan, “saya berharap Nitama dapat berkontribusi dalam mendorong parawisata lokal dan usaha-usaha lainnya”. pada upacara pemakaman yang dilakukan untuk Tama, yang meninggal di usia 16 tahun, Kojima mengatakan Tama adalah penyelamat bukan hanya untuk perusahaannya tapi juga untuk banyak operator kereta jalur lainnya di wilayah sekitar yang berjuang secara finansial.



Tama dan Nitama


Nitama telah menjadi bawahan dari Tama sejak Januari 2012, ketika diangkat dan bertindak sebagai wakil kepala stasiun. Menggunakan topi khas kepala stasiun saat digendong oleh kepala stasiun, Nitama “menghantarkan doa” dan “melaporkan” promosinya kepada jiwa dari Tama, yang kini dikenal sebagai “Tama Daimyojin”, seperti yang dipandang oleh banyak penggemarnya. Nitama kini nampak lebih berwibawa dari pertamakali terlihat oleh warga sekitar, nampaknya Nitama akan terbiasa dengan jabatan dan pekerjaan barunya sebagai kepala stasiun Kishi.

Kuil Tama terletak pada platform di stasiun, dilengkapi dengan dua patung Tama perunggu kecil dengan gaya kaki memanggil layaknya maneki-neko yang dipercaya akan mendatangkan penumpang dan uang, seperti yang dilakukan banyak restoran dan toko-toko sebagai jimat keberuntungan.

Jalur Kishigawa telah kehilangan penumpang dan telah berada di ujung tanduk kebangkrutan sebelum Tama menjadi kepala stasiun pada Januari 2007. Kelucuan dan hal baru dimana seekor kucing menjadi kepala stasiun menarik wisatawan dari seluruh Jepang dan luar negeri, keberhasilan tersebut telah memicu tren untuk menunjuk kelinci, kucing, anjing dan hewan lainnya sebagai kepala stasiun diantara jalur kereta api lokal di seluruh Jepang.


foto: japantimes

(ADP)