Jepang dan Cina Bersaing Untuk Datangkan Kereta Cepat ke Indonesia

Jepang dan Cina saat ini tengah melakukan persaingan yang semakin memanas untuk membangun kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia, saat kesempatan kedua raksasa asia tersebut untuk melakukan penawaran dan menunjukkan masing-masing teknogi sudah hampir habis untuk mendapatkan persetujuan di Jakarta. Persaingan atas proyek besar ini hanyalah persoalan baru yang bergejolak dimana China menantang dominasi lama Jepang di Asia Tenggara sebagai sumber utama pendanaan infrastruktur.

Jepang, sebagai tiga besar insvestor top di Indonesia dengan pertaruhan besar di sector otomotif dan juga pertambangan, tampaknya juga ditakdirkan untuk membangun kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia sampai pihak Cina ikut masuk dan memberikan penawaran untuk melakukan pembangunan tersebut pada awal tahun 2015.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memicu semangat bersaing dua negara besar di Asia tersebut saat beliau melakukan perjalanan ke Jepang dan Cina bulan April lalu, mencoba menghidupkan persaingan dari investasi yang sangat dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur di Indonesia yang telah menua dengan nilai miliaran dollar.

Di kedua kota baik Tokyo maupun Beijing, Jokowi mencoba naik kereta berkecepatan tinggi dan menyatakan visinya untuk melakukan hal tersebut di rel-rel kereta api Indonesia: diantaranya jalur Jakarta-Bandung yang berjarak sekitar 160 km. Jika hal yang dilakukan Presiden Indonesia ke-7 tersebut untuk mendapatkan perhatian investor, maka ia berhasil. Diplomat asing dari Tokyo maupun Beijing sejak April lalu kian ‘mondar-mandir’ ke kantor pemerintahan Indonesia.

(ADP)