Bakteri Pemakan Daging Jangkit Hampir 300 Warga Jepang


Bakteri pemakan daging mematikan telah menginfeksi 284 warga Jepang per 16 Agustus lalu, hal tersebut telah memecahkan rekor jumlah infeksi tahunan Jepang dan mendorong para ahli kesehatan disana untuk memberikan nasihat dan pencegahan, menurut National Institute of Infectious Diseases. Data dari lembaga tersebut mencatat, para pasien yang mengidap streptococcal toxic shock syndrome (STSS) ini mencakup 45 orang di Tokyo, 28 orang di Perfektur Osaka dan 20 orang di Prefektur Kanagawa.

Sepanjang tahun 2014, 273 pasien dilaporkan terinfeksi bakteri penyebab STSS, jumlah tertinggi sejak lembaga tersebut mulai menyimpan catatan pada tahun 1999. Tingkat kematian dari STSS, terutama kelompok A streptokokus, diperkirakan sekitar 30 persen.



"Penyakit ini dapat dikandung oleh obat anti-bakteri dalam kasus normal, tapi kondisi dapat memperburuk tiba-tiba, sehingga pasien disarankan untuk menghubungi lembaga medis ketika bengkak menyebar di atas tubuh mereka," kata Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Tokyo Women’s Medical University.

Kelompok A streptokokus menyebabkan faringitis yang mengarah ke sakit tenggorokan, serta penyakit kulit impetigo, terutama di kalangan anak-anak. Tapi ketika pasien terinfeksi bakteri melalui luka, mereka dapat mengembangkan demam melebihi 38 derajat dan pembengkakan tungkai yang akhirnya dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan jaringan. Pasien bisa meninggal dalam beberapa hari dari dimulainya beberapa kegagalan organ dan gejala lainnya.

STSS sebagian besar menyerang orang dewasa berusia 30-an atau lebih tua, dan mekanismenya tidak sepenuhnya dipahami. Lembaga ini mengatakan 29 persen pasien penyakit tewas dalam kasus yang dilaporkan antara 2012 dan 2014.





foto: medscape, ajw

(ADP)