Jepang Dilanda Banjir Hebat dan Tanah Longsor

Banjir yang menyebar luas dan tanah longsor di timur-laut Jepang telah mendorong sekitar 90.000 warga meninggalkan rumah mereka. kota Joso yang terletak di utara dari pusat Tokyo, telah terendam air setelah sungai Kinugawa meluap. Tim penyelamat menggunakan helicopter telah berhasil mengevakuasi orang-orang dari atap rumah mereka, satu orang telah dinyatakan menghilang dan setidaknya 12 orang mengalami cidera.

Hujan datang sehari setelah topan Etau dab mengakibatkan angin kencang hingga 125km/jam ke pusat prefektur Aichi. "Ini adalah skala hujan yang belum pernah kita alami sebelumnya. Bahaya kematian bisa terjadi“, kepala peramal cuaca di Badan Meteorologi Jepang (JMA), Takuya Deshimaru, mengatakan dalam konferensi pers darurat pada hari Kamis.

Area yang terkena dampak terbesar adalah Prefektur Ibaraki dan Tochigi, badan meteorology Jepang telah meningkatkan status peringatan hingga tingkat tertinggi. Di Tochigi, lebih dari 500 mm (19 inci) hujan turun dalam 24 jam, menurut televisi lokal NHK, mengatakan bahwa sekitar dua kali lipat apa yang biasanya jatuh di sepanjang bulang September.

Bagian dari Tochigi pusat telah diguyur 60cm hujan sejak Senin malam, hal tersebut membuat rekor rekor curah hujan. Banyak daerah lain Jepang timur dan timur-laut juga telah mengeluarkan peringatan tentang cuaca yang kurang bersahabat, termasuk Prefektur Fukushima, rumah bagi reaktor nuklir yang masih rusak akibat gempa bumi dan tsunami 2011.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pihak berwenang sedang melakukan yang terbaik. "Pemerintah akan bersatu dan melakukan yang terbaik untuk menghadapi bencana ... dengan menempatkan prioritas tertinggi pada nyawa masyarakat", katanya kepada wartawan. Bulan lalu, Topan Goni berkekuatan cukup besar melanda pulau utama selatan Jepang Kyushu, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 70 lainnya.




foto: bbc

(ADP)