Pencarian Korban Hilang Masih Dilakukan dan Limbah Radioaktif Terbawa Air Pasca Banjir di Jepang


Pasca banjir hebat akibat dari hujan deras yang melanda kota Joso di utara Tokyo pada akhir pekan lalu, pencarian akan korban hilang masih dilakukan. Lebih dari 900 anggota Kepolisian dan Self Defense Force Jepang melakukan pencarian dan penyelamatan dari pintu ke pintu di kota Joso, empat hari setelah banjir yang terjadi disana.


Kota di Prefektur Ibaraki telah dibanjiri sejak hujan turun dan air sungai meluap pada hari kamis, akibatnya dua orang tewas dan 15 lainnya masih menghilang. Sekitar 100 personil, termasuk anggota Tokyo unit polisi yang mengkhususkan diri dalam operasi penyelamatan dan polisi anti huru hara, bergabung tangan dengan SDF untuk melakukan pencarian pada hari Senin (14/9).

Selain itu, kantong-kantong yang berisi limbah radioaktif dari hasil pekerjaan dekontaminasi menyusul krisis nuklir yang terjadi di Fukushima 2011 silam, hanyut terbawa banjir. Di Desa Itate, Kantong berisi limbah radioaktif kembali dikumpulkan dan beberapa kantong ditemukan telah bocor. Kementrian Lingkungan Hidup Jepang mengatakan, terdapat 293 kantong limbah radioaktif terbawa air dan berakhir di sungai, 117 kantong telah dikumpulkan kembali.

Lebih dari 3.000 penduduk kota Ibaraki dari Joso masih berada di tempat evakuasi setelah Sungai Kinugawa meluap karena hujan deras, membanjiri sekitar 40 kilometer persegi dan merusak infrastruktur penting termasuk listrik, komunikasi dan sistem penyediaan air minum.

Dari tiga korban tewas tambahan yang dilaporkan sebelumnya, dua dikonfirmasi tewas di kota Joso, sebuah kota dengan penduduk 65.100 terletak sekitar 50 kilometer sebelah utara dari pusat kota Tokyo. Itu adalah laporan kematian pertama di kota tersebut, di mana polisi, SDF dan tim penyelamat lainnya terus mencari melalui udara dan di tanah untuk 15 orang masih belum ditemukan.


foto: news.yahoo

(ADP)