Shinzo Abe dan Vladimir Putin Setuju Segera Selesaikan Konflik Teritorial


Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah sepakat untuk mencari kemajuan dalam pembicaraan untuk menyimpulkan perjanjian damai bilateral. Mereka juga sepakat untuk mempertimbangkan tanggal terbaik untuk kunjungan Putin ke Jepang tahun ini. Pertemuan kedua pemimpin besar di dunia tersebut dilakukan di markas UN (PBB) New York pada hari senin (28/9) kemarin, pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama mereka sejak November tahun lalu.

Putin mengatakan Rusia dan Jepang memiliki pertukaran di berbagai bidang, tetapi aktivitas perdagangan mereka tengah menurun. Ia menambahkan, ia yakin ada potensi besar untuk terjadinya kerja sama ekonomi antara dua negara. Abe mengatakan pemilihan kembali baru-baru ini sebagai presiden Partai Demokrat Liberal akan memungkinkan dia lebih banyak memfokuskan perhatian pada pembicaraan perjanjian damai dengan Rusia. Abe menambahkan bahwa ia berharap waktu yang baik dapat ditemukan bagi Putin untuk mengunjungi Jepang.

Sebuah sengketa wilayah lebih dari empat pulau yang dipegang Rusia diklaim oleh Jepang, dan telah mencegah kedua negara dari penandatanganan perjanjian perdamaian resmi mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyatakan bahwa Wilayah Utara secara ilegal diduduki oleh pasukan Soviet kemudian-setelah perang. Abe dan Putin sepakat untuk mencari cara untuk memajukan perundingan perjanjian damai dan menemukan solusi yang dapat diterima kedua pihak untuk isu teritorial.

Para pemimpin dari kedua negara juga sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mereka di sela-sela pertemuan G-20 dan forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik pada bulan November. Abe mendesak Rusia untuk memainkan peran konstruktif dalam melihat bahwa perjanjian gencatan senjata di Ukraina sepenuhnya dilaksanakan. Abe juga mencatat pentingnya memulihkan stabilitas Suriah untuk membendung aliran pengungsi dari negara tersebut. Putin mengatakan penyebaran terorisme adalah faktor yang paling penting di Suriah, dan menekankan tekad Rusia untuk memberantas ancaman tersebut.




foto: japantimes

(ADP)