Indonesia Batal Datangkan Kereta Shinkansen Jepang


Kamis (1/10), Indonesia mempertahankan alasan atas proses penawaran yang kacau untuk kereta cepat pertama di negeri ini setelah beberapa bulan dengan berbagai desas-desus dan diakhiri dengan terpilihnya Cina dibandingkan Jepang untuk proyek senulai 5 miliar dollar. Beijing dan Tokyo telah lama bersaing untuk membangun jalur yang menghubungkan ibukota Jakarta dengan pegunungan berpohon Bandung, yang terletak sekitar 160 kilometer jaraknya.

Persaingan yang terjadi adalah satu yang terdepan dari dua negara dengan ekomoni terbesar di Asia untuk menjadi berpengaruh diwilayah Asia. Pemenang diperkirakan akan diumumkan awal bulan lalu, hanya pihak berwenang yang dapat berbalik pada menit akhir perjanjian, mengumumkan mereka memilih untuk kereta kecepatan menengah yang lebih murah dan membuka kembali proses penawaran.

Tapi pada hari Selasa, juru bicara pemerintah kepala Jepang mengatakan bahwa utusan Indonesia telah dikirim ke Tokyo untuk memberitahunya Jakarta telah berubah pikiran lagi-dan penawaran asli China untuk kereta api berkecepatan tinggi telah diterima. Juru bicara, Yoshihide Suga, menyebut berita tersebut "sangat disesalkan".

Kamis (1/10) Menteri BUMN Indonesia Rini Soemarno, yang memenangkan penawaran dari Cina, angkat bicara untuk membela proses penawaran yang telah disetujui dengan Cina. "Ini sangat transparan, menurut pendapat saya," katanya kepada wartawan di Jakarta, ketika ditanya tentang pesan campuran dari pemerintah. "Saya tidak tahu mengapa investor asing harus marah", tambahnya.

Dia mengatakan tawaran Cina diangkat karena "struktur keuangan" negara saat ini, karena Cina tidak memerlukan pendanaan dari pemerintah Indonesia atau jaminan pemerintah, tidak seperti rencana Jepang. Sebuah konsorsium Indonesia dan Cina kini tengah melakaukan negosiasi atas syarat-syarat kontrak, tetapi tidak ada penawar lain yang tersisa dalam proses. Proyek kereta cepat merupakan bagian penting dari perjalanan Presiden Joko Widodo untuk membangun lebih banyak infrastruktur dan merombak penuaan jalan, kereta api dan pelabuhan di Indonesia.



(ADP)