Musio, Robot Guru Bahasa Inggris yang Menggemaskan Siap Rilis di Jepang


Kita sering mendengar bahwa bahasa ingris orang Jepang tidak begitu baik, namun mungkin ini akan menjadi solusi bagi anak-anak Jepang untuk lebih mahir berbahasa ingris sejak dini hanya dengan mengobrol robot pintar yang lucu ini. “Musio” robot keluaran perusahaan yang berbasis di Amerika AKA yang akan segera datang menyapa orang-orang Jepang dalam bahasa inggris pada musim semi mendatang.

"Cara Musio berkomunikasi dan pengucapan yang benar akan membuat pengguna merasa seolah-olah mereka tinggal di negara yang berbeda", seperti yang dikatakan eksekutif AKA Brian Lee selama demonstrasi kepada media di Tokyo minggu ini. Menurut perusahaan tersebut, tujuan mereka adalah untuk menyediakan lingkungan berbahasa Inggris alami untuk anak di banyak negara yang memiliki bahasa nasionalnya masing-masing.


AKA mengatakan Musio adalah robot yang memiliki kaki pendek, telinga runcing dan tangan menjuntai, akan berfungsi sebagai alat yang berguna untuk pelajar Jepang karena penggunanya perlu untuk mengucapkan bahasa Inggris dengan benar. Peluncuran Musio, yang memiliki “otak” berbasis Android yang memungkinkan untuk berkomunikasi, juga datang sebagai cara yang dicoba Jepang untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris menjelang Olimpiade 2020. Menggunakan kecerdasan buatan dengan informasi dari data base yang besar, Musio dapat berkomunikasi melalui lisan, teks, ekspresi wajah dan gerak tubuh.

Menurut AKA, Musio akan dapat mengajar Bahasa Inggris sejalan dengan isi buku teks bahasa Inggris yang digunakan di sekolah-sekolah dasar di Jepang. Hal ini juga dapat membantu penggunanya untuk mempersiapkan diri menjelang ujian TOEFL. Menurut perusahaan juga, Musio belajar melalui setiap interaksi dengan pengguna dengan mengumpulkan data dan memverifikasi informasi di Internet. Robot, berukuran sekitar 20 cm dan berat lebih dari 300 gram, akan dipasarkan dengn harga ¥ 72.000 dengan sistem pre-order.

Nama Musio adalah berasal dari kata Muse - nama dari sistem yang digunakan dalam robot, yang merupakan referensi untuk dewi Yunani inspirasi dalam ilmu pengetahuan, musik dan seni. Ide ini datang dari CEO perusahaan Raymond, yang terinspirasi manga dan anime Jepang dimana seorang anak berinteraksi dan berahabat dengan seorang robot yakni “Doraemon”, yang menampilkan hubungan antara manusia dan robot.







foto: AKA

(ADP)