​Indonesia dan Jepang Mengejar Kerja Sama Militer Pada Pertemuan ‘2+2’ Pertama

Jepang bergerak selangkah lebih maju dalam rencana untuk menjual peralatan pertahanan/ militer ke Indonesia dan peningkatan kerja sama militer di laut dalam pembicaraan militer “2+2” antara kedua negara yang berlangsung di Tokyo Kamis (17/12). Menteri Luar Negeri Fumio Kishida dan Menteri Pertahanan Jenderal Nakatani mewakili Jepang pada pertemuan dengan rekan Indonesia mereka masing-masing, Retno Marsudi dan Ryamizard Ryacudu.

Mereka sepakat untuk memulai pembicaraan tentang kesepakatan untuk mentransfer peralatan pertahanan dan teknologi yang akan memungkinkan Jepang untuk mengekspor peralatan militer ke negara di Asia Tenggara. Jepang juga akan meningkatkan proyek pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk memperkuat tentara Indonesia melalui pertukaran dengan Self-Defense Force.

Pihak Indonesia menunjukkan minat pada AS-2, pesawat amfibi buatan Jepang untuk pekerjaan penyelamatan Maritim SDF, karena peralatan itu "dibedakan tidak hanya sebagai kapal terbang tetapi juga sebagai pesawat".

Pihak Jepang juga sepakat bahwa Jepang akan mendukung peningkatan keamanan maritim. Sebagai contoh, SDF akan bergabung dalam Komodo, latihan angkatan laut multilateral yang akan diadakan di Indonesia, pada tahun 2016.

Indonesia adalah negara keenam sekaligus menjadi anggota ASEAN pertama yang memasuki pembicaraan "2 + 2" dengan Jepang, menyusul Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia dan Rusia.





foto: ajw

(ADP)