Kepolisian Jepang Lakukan Latihan Anti-Teror Menggunakan Drone

Kepolisi Tokyo telah melakukan latihan anti-terorisme, termasuk penindakan akan ancaman yang dapat disebabkan oleh pesawat tak berawak (drone) mencurigakan, dengan menggunakan Intercepter drone. Pelatihan anti-teror ini dilakukan menjelang event tahunan Tokyo Marathon 2016 bulan depan.


Simulasi tersebut dilakukan pada hari Minggu (17/1) di tempat parkir di pusat konvensi Tokyo Big Sight di Koto Ward, yang akan digunakan sebagai area finish untuk Tokyo Marathon pada 28 Februari.

Interceptor, diperkenalkan oleh Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada bulan lalu, memiliki ukuran sekitar 1 meter dan dilengkapi dengan jaring berukuran panjang sekitar 3 meter dan Lebar 2 meter, untuk menangkap drone asing yang mencurigakan sebagai tindakan preventif akan terjadinya terorisme yang marak belakangan ini. Intercepter drone milik kepolisian tersebut dikendalikan oleh unit khusus dari pasukan anti huru-hara kepolisian Tokyo.

Polisi Tokyo saat ini hanya memiliki satu Intercepter drone, namun lembaga tersebut berencana untuk menambahkan 10 unit lagi pada bulan depan. Interceptor drone Pertama diperkenalkan setelah penemuan sebuah pesawat tak berawak kecil yang mencurigakan di atap gedung perumahan kantor perdana menteri April 2015 lalu.






foto: JT

(ADP)