Bintang untuk Film Kontroversial “The Cove” Ditahan di Bandara Narita Jepang


Bintang film dokumenter pemenang Oscar "The Cove", yang bercerita tentang sebuah kota pembunuh lumba-lumba di Jepang, telah ditahan oleh pihak imigrasi di bandara internasional Narita. Ric O'Barry, mantan pelatih lumba-lumba untuk serial TV "Flipper", kata para pejabat imigrasi ia terpaksa harus ditahan di bandara pada hari Senin (18/1) dan mengatakan bahwa dia tidak bisa memasuki Jepang dengan visa turis karena ia bukanlah seorang turis, menurut pengacaranya, Takashi Takano.

Takano mengatakan para petugas menuduh O'Barry memiliki hubungan dekat dengan kelompok anti-penangkapan ikan paus Sea Shepherd, yang mana disangkal O'Barry. Ia adalah seorang direktur untuk Dolphin Project, yang didedikasikan untuk melindungi lumba-lumba di seluruh dunia. Petugas imigrasi mengatakan itu adalah kebijakan mereka untuk tidak mengomentari kasus-kasus yang bersifat individual.

Takano mengatakan ia menyatakan banding atas penahanan tersebut, dan bahwa pemerintah Jepang akan memutuskan apakah akan mengizinkan O'Barry masuk ke negara itu atau mendeportasinya. Waktu untuk keputusan tersebut masih belum jepas, namun diperkirakan akan keluar dalam dalam beberapa hari ke depan. Takano mengatakan perlakuan O'Barry telah mengirimkan pesan negatif tentang Jepang."Ini tampaknya menunjukkan Jepang tidak memungkinkan pandangan kritis”, tambahnya.

Film "The Cove", yang memenangkan Academy Award tahun 2009 untuk film dokumenter terbaik, menunjukkan lumba-lumba yang digiring ke sebuah teluk di desa nelayan Taiji dan kemudian mulai dan dibantai sampai mati. "Pemerintah Jepang menindak mereka yang menentang perang terhadap lumba-lumba," kata O'Barry dalam pernyataan yang dikirim melalui email ke The Associated Press melalui putranya, Lincoln O'Barry.

Para petugas di Taiji, sebuah kota kecil di Prefektur Wakayama, dan nelayan telah membela perburuan lumba-lumba sebagai tradisi, mengatakan bahwa makan daging lumba-lumba tidak berbeda daripada makan daging sapi atau ayam. Sebagian besar orang Jepang tidak pernah makan daging lumba-lumba, dan banyak yang mengatakan mereka takut dengan pembunuhan lumba-lumba dan telah bergabung dengan kampanye melawan perburuan di Taiji. Aktivis kesejahteraan hewan mengatakan perburuan lumba-lumba berburu didorong sebagian besar oleh penjualan yang menguntungkan dari lumba-lumba hidup untuk akuarium, dengan pendapatan dari penjualan daging ekstra kecil.

O'Barry pernah dihentikan dan diperiksa di imigrasi Jepang sebelumnya, dan untuk sementara ia ditahan oleh polisi setempat karena dicurigai tidak memiliki dokumen perjalanan yang tepat. Tapi ini adalah pertama kalinya ia telah ditahan dengan cara seperti ini. Dia memiliki dukungan dari selebriti yang memiliki profil tinggi, termasuk Sting, Duta Besar AS untuk Jepang Caroline Kennedy dan mantan drummer Guns N 'Roses Matt Sorum.









foto: japantoday

(ADP)