Archelis Wearable Chair, Bantu Ringankan Proses Operasi yang Panjang

Sebagaimana para pekerja industri IT biasanya bekerja menghadap ke desktop ataupun laptop, banyak beberapa dari mereka yang bersedia menggunakan item seperti meja berdiri untuk menghindari duduk di tempat kerja sepanjang hari. Meskipun terdapat banyak pekerjaan yang memungkinkan orang untuk bekerja sambil berdiri, satu yang paling sulit mungkin adalah operasi bedah, yang memaksa seorang dokter bedah untuk tetap berdiri selama berjam-jam.

Sebuah kursi yang dapat digunakan/dipakaikan pada tubuh bernama Archelis (berarti ‘kursi yang dapat dipakai berjalan’ dalam bahasa Jepang) dirancang untuk ahli bedah, yang akan memungkinkan mereka untuk duduk selama proses operasi, sehingga mengurangi kelelahan selama operasi panjang dan menuntut ketahanan fisik. Alat inovatif ini dikembangkan untuk orang-orang di bidang medis, tetapi juga dapat membantu setiap pekerja di industri apapun yang mana pekerjanya harus tetap berdiri untuk waktu yang lama.

Archelis dikembangkan oleh pabrik mold ‘Nitto’ yang berbasis di Yokohama bekerjasama dengan Chiba University’s Center for Frontier Medical Engineering, Hiroaki Nishimura Design, dan Japan Polymer Technology. Mereka berencana untuk menjual produk inovatif tersebut pada musim panas ini.

Menyangkut inovasi kursi yang dapat dipakai pada tubuh, perusahaan Swiss bernama Noonee dikabarkan akan mengeluarkan produk serupa untuk para pekerja pabrik. Sebuah produk yang mirip dengan ‘Archelis’ atau ‘Noonee’ sebelumnya pernah ditemukan, mendapatkan paten - yang telah berakhir- sejak 37 tahun yang lalu. Nama untuk produk tersebut diberikan oleh penemunya bernama Robet Bonner, yakni “Wearable Chair”.






foto: archelis

(ADP)