Jepang Mengambil Langkah Untuk Lawan Ancaman Virus “Zika”


Pemerintah Jepang mengatakan pada Selasa (2/2) bahwa mereka akan meningkatkan langkah-langkah untuk ancaman penyebaran virus Zika, satu hari setelah WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut telah masuk dalam status darurat untuk kesehatan masyarakat dunia. Pejabat dari kementrian kesehatan, luar negeri, transportasi dan Ilmu Pengetahuan Jepang telah sepakat untuk meningkatkan screening di kantor karantina yang terletak di pelabuhan dan bandara, serta langkah pemantauan lainnya di dalam negeri. Menteri kesehatan juga menghimbau para dokter untuk melaporkan ke pusat-pusat kesehatan jika menemukan penyakit ini pada pasien.

Virus menyebar luas di brazil juga negara-negara latin lainnya ini telah menjadi topik panas beberapa hari kebelakangan, virus Zika biasanya menyebabkan gejala yang ringan termasuk sakit kepala, demam ringan, dan nyeri sendi. Virus ini diduga dapat menyebabkan ukuran kepala bayi yang baru lahir menjadi abnormal, kondisi yang disebut dengan Microchepaly, dikarenakan virus yang mengidap ibu hamil. "Kami mendesak orang, terutama wanita hamil, untuk menahan diri mengunjungi situs di mana penyakit ini telah menyebar”, seperti yang dikatakan Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Yasuhisa Shiozaki pada konferensi pers.

Jepang telah memulai memperingatkan wanita hamil dan orang lain untuk mengambil tindakan terhadap virus lewat selebaran dan poster di stasiun karantina bandara, sementara mereka menggunakan termografi untuk memantau suhu tubuh orang yang tiba dari Amerika Latin dan negara lain termasuk Indonesia, juga mendesak masyarakat untuk melaporkan jika mereka mengalami demam setelah memasuki Jepang.

pemerintah sekarang berencana untuk mengaktifkan stasiun karantina untuk melakukan skrining virus dengan merevisi Kabinet dan tata menteri. Hal ini juga akan mendistribusikan reagen kesemua 47 prefektur untuk memungkinkan fasilitas lainnya menguji virus Zika.

Sampai saat ini belum ada laporan dari orang yang tertular penyakit virus Zika di Jepang, meski tiga wisatawan Jepang-seorang pria dan seorang wanita yang tinggal di pulau Bora Bora di Polinesia Perancis pada tahun 2013 dan seorang pria yang tinggal di Koh Samui di Thailand-telah didiagnosis dengan alat yang terdapat di stasiun karantina.






(ADP)