Gempa Susulan Berkekuatan 7.3 SR Guncang Kumamoto Jepang di Akhir Pekan


Gempa yang mengguncang prefektur Kumamoto pada sabtu akhir pekan lalu, lebih kuat dibandingkan gempa yang terjadi di hari sebelumnya, guncangan tercatat mencapai kekuatan 7.3 SR. Aktivitas seismik kemudian bergeser kearah timur laut mencapai daerah-daerah di Prefektur Oita sekitar 100 kilometer jauhnya dari fokus gempa. Para ahli khawatir bahwa kegiatan gempa bisa menyebar ke lempengan aktif utama yang terletak lebih jauh pada arah tersebut.


Sabtu pagi, media Jepang masuk ke kota Mashiki di prefektur pusat terjadinya gempa, dimana gempa-gempa susulan kecil terus menggetarkan daerah tersebut. Banyak rumah di distrik Dozono kota ini runtuh. Sebuah celah besar terbuka di tengah lapangan akibat gempa, meninggalkan garis apa yang tampak seperti bumi terbalik. Beberapa jalan juga ikut bergeser akibat bencana yang sudah diprediksi akan menyusul kejadian satu haru sebelumnya.

Menurut perhitungan dari Masyarakat Jepang untuk Studi Patahan Aktif, tanah di sini pindah sekitar 20 sentimeter vertikal, dan sekitar dua meter horizontal. pengukuran ini diambil di bagian timur laut dari zona lempeng Futagawa, yang meluas minimal sekitar 64 kilometer. "Bagian dari zona lempeng Futagawa bergeser dan menyebabkan besarnya-7.3 gempa". Sebuah longsor dahsyat menimpa desa dengan penduduk sekitar 12.000, menyebabkan jembatan Aso Ohashi sepanjang 200 meter runtuh dan memutuskan jalan utama. Sebuah terowongan yang menghubungkan desa dan desa terdekat dari Nishihara tertimbun longsoran akibat gempa.

Polisi dan Self-Defense Force menilai tingkat kerusakan di kota Mashiki merupakan daerah dengan jumlah kematian terjadi terbesar. Total korban tewas akibat rentetan gempa yang dimulai pada hari Kamis telah bertambah menjadi 42 orang, 33 dari mereka tewas dalam gempa yang melanda pada hari Sabtu. Menurut pemerintah daerah lebih dari 196.000 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan pada Minggu pagi, termasuk sekitar 12.000 di Prefektur Oita yang berdekatan dengan daerah Kumamoto.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan di Tokyo, bahwa pemerintah akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk menemukan orang hilang dan meningkatkan upaya bantuan. Pemerintah berencana untuk meningkatkan jumlah personil SDF yang dikirim ke daerah bencana menjad 25.000 personil, selain it, pemerintah juga memutuskan rencana untuk memanggil lebih dari 300 personil cadangan Self-Defense Force untuk bertugas. Ini adalah kedua kalinya bagi pemerintah untuk memanggil personil cadangan untuk bertugas sejak terakhir mereka dipanggil ketika bencana besar pada 11 Maret 2011.

#PrayforJapan



foto: telegraph

(ADP)