Maru, Anjing Lucu Jepang dengan 2.4 Juta Followers Instagram


Setelah manga dan anime yang telah berhasil menarik perhatian orang di seluruh dunia untuk Jepang selama beberapa tahun terakhir, seekor anjing jenis Shiba dari Jepang belakangan mulai menjadi sensasi di dunia. Maru, seekor anjing berusia delapan tahun yang kini tinggal di Tokyo, telah menjadi bintang di Instagram dengan lebih dari 2.4 juta followers di Jepang maupun negara lain. Dengan postur gagah dan telinga runcing serta ekor yang meringkuk, Maru dapat dilihat setiap harinya dari update gambar di situs jejaring sosial miliknya.


Ini bermula dari kebiasaan Shinjiro Ono, seorang pemilik perusahaan yang sering memposting gambar anjing peliharaan miliknya setiap hari di media sosial. Ono dan Istrinya menemukan Maru di sebuat petshop pada tahun 2007 ketika Maru masih berusia dua bulan, semenjak itu pasangan suami istri ini memantau pertumbuhannya menggunakan foto yang diupload ke Instagram. Awalnya ia memposting tiga foto peliharaannya tiap hari menyusul gempa besar Jepang pada 2011, tujuannya adalah untuk menghibur mereka yang terkena dampak bencana dengan menghadirkan foto-foto menggemaskan, seperti foto Maru yang berwajah bulat.

Pada hari-hari pasca bencana, media di seluruh dunia yang meliput respon tenang Jepang. "gambar anjing Shiba berdiri tegak, mencari ketenangan dan tegas, mungkin cocok menjadi gambar yang orang luar negeri lihat dari Jepang," seperti yang dikatakan Ono. Kadokawa Corp telah menerbitkan tiga buku foto yang menampilkan Maru, buku tersebut pun telah diterjemahkan dan diterbitkan di Korea Selatan, China dan Taiwan. Sekitar 90% dari followers Instagram Maru ini tinggal di luar Jepang, dengan sekitar 25% di Amerika Serikat dan lebih dari 10% di Cina dan Taiwan.


Kini, Ono memposting foto Maru sebagai bagian untuk menyampaikan penghargaan atas dukungan yang diterima dari rekan-rekan di luar Jepang. popularitas maru juga mengesankan pejabat pemerintah prefektur Mie. Mereka menjadikan Maru sebagai duta pariwisata "Mie no Kuni Kanko Taishi" pada bulan November. Maru mengunjungi prefektur tersebut pada bulan Maret tahun ini untuk video promosi pariwisata. Sebuah museum yang menunjukkan foto, barang dan buku foto dari Maru disebut Gallery Marusan juga dibuka November lalu di dekat Nezu stasiun kereta bawah tanah di Tokyo.







foto: intagram, yomiuri

(ADP)