Shubun No Hi hari Libur Menyambut Datangnya Musim Gugur

Kemarin kamis 22 september Jepang merayakan libur nasional yaitu Shubun no Hi (秋分の日) atau Hari Ekuinoks Musim Gugur. Shubun no Hi dirayakan sebagai hari pergantian musim.

Hari Ekuinoks Musim Gugur (秋分の日 Shūbun no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh sekitar 22 atau 23 september ketika terjadi ekuinoks musim gugur yang merupakan hari pertama musim gugur di belahan bumi utara.

Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal," sedangkan penentuan tanggal berdasarkan hari ekuinoks musim gugur menurut waktu Jepang
Pada Shubun no Hi, siang dan malam memiliki jangka waktu yang sama. Umumnya pada hari ini masyarakat Jepang akan mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan arwah mereka dan di beberapa wilayah, dilakukan upacara untuk berterima kasih atas hasil panen.
Karena hari libur ini berkaitan erat dengan peristiwa astronomi, maka tiap beberapa tahun akan mengalami perubahan tanggal.

hari libur ini disebut juga dengan Shūki kōrei-sai (秋季皇霊祭?, perayaan musim gugur arwah leluhur keluarga kekaisaran). Bagi berbagai aliran agama Buddha di Jepang, hari ekuinoks musim gugur merupakan saat memulai upacara Shūki Higan-e (Higan musim gugur) yang berlangsung seminggu untuk mendoakan arwah leluhur. Kata "Higan" secara harafiah berarti "pantai seberang" untuk membedakannya dengan "pantai sebelah sini" (alam dunia). Periode Higan terjadi dua kali dalam setahun di musim semi dan musim gugur yang merupakan saat membersihkan makam dan mempersembahkan kue ohagi (sebutan di musim gugur untuk kue botamochi) di altar keluarga.




Foto: Kedubes Jepang

(Ditya)

Related Article