Larangan Membawa Gadget untuk Pemain Catur Khas Jepang “Shogi”


Jepang Shogi Association (JSA) telah melarang pemain untuk membawa perangkat telekomunikasi ke tempat pertandingan atas kecurigaan bahwa beberapa pemain menggunakan waktu istirahat untuk berkonsultasi menggunakan aplikasi yang menyarankan langkah berikutnya dalam permainan. Seperti yang dilaporkan Asahi Shimbun, smartphone/gadget harus disimpan dalam loker sehingga mereka tidak dapat diakses saat istirahat, dan pemain tidak akan diizinkan untuk keluar dari tempat di pertengahan pertandingan.

Shogi juga dikenal dengan "catur Jepang", dimana membutuhkan pemain untuk menjalankan strategi seperti layaknya permainan catur yang kita kenal. Tetapi kini tersedia software yang mampu melakukan kerja keras untuk itu, menganalisis data pertandingan sebelumnya untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan pemain dalam langkah selanjutnya. Dikatakan bahwa aplikasi sekarang begitu canggih dimana mereka mampu mengalahkan pemain profesional.

Siapa pun yang tertangkap melanggar aturan, yang akan mulai diberlakukan pada 14 Desember, akan dikeluarkan dari asosiasi. Dalam pertandingan sebelum tanggal yang telah ditetapkan tersebut, para pemain akan melalui detektor logam, guna memastikan tidak terjadinya kecurangan atau membawa gadget kedalam tempat pertandingan.

Hanya beberapa hari setelah larangan smartphone diumumkan, JSA mengenakan sangsi untuk salah satu pemain top permainan tersebut sampai akhir tahun atas tuduhan bahwa ia telah melakukan kecurangan. Dikutip dari harian Mainichi, Hiroyuki Miura mengatakan tuduhan terhadap dirinya adalah "benar-benar tidak dibenarkan", bahwa ia meninggalkan ruangan berulang kali menjelang akhir pertandingan hanya untuk istirahat, tidak untuk menggunakan software shogi.







foto: bbc

(ADP)

Related Article