Jepang Melarang Galaxy Note 7 di Pesawat atas Risiko Kebakaran

Jepang telah melarang smartphone Samsung Galaxy Note 7 untuk dibawa naik ke pesawat, mengikuti gerakan yang dilakukan oleh regulator AS dan string operator yang melarang perangkat atas keprihatinan resiko kebakaran yang disebabkan oleh perangkat tersebut. Pengumuman akhir pekan dari kementerian transportasi Jepang tersebut menyusul peringatan sebelumnya bahwa meminta penerbangan untuk mendesak penumpang tidak mengaktifkan atau mencharge smartphone diatas pesawat.

Namun, otoritas penerbangan melangkah lebih jauh pada hari Sabtu (16/10), memerintahkan penerbangan untuk melarang perangkat tersebut sepenuhnya, kata seorang pejabat kementerian transportasi. Raksasa elektronik Korea Selatan telah menarik semua ponsel Note 7 mereka, termasuk penggantian, menyusul laporan baterai meledak dan kebakaran, yang telah menyebabkan banyak cedera. Samsung juga telah berhenti memproduksi handset dari perangkat kebanggaan mereka tersebut.

Langkah Jepang datang setelah otoritas transportasi Amerika pada hari Jumat mengeluarkan perintah darurat melarang ponsel (Note 7) dan mengatakan siapa pun yang mencoba untuk melakukan perjalanan dengan handset tersebut mungkin menghadapi denda dan perangkat yang akan disita.

Masih belum jelas apa jenis hukuman yang akan diterima penumpang dari All Nippon Airways dan Japan Airlines (operator penerbangan terbesar di Jepang) jika mereka ditemukan membawa Note 7. Juru bicara JAL Takuya Shimoguchi mengatakan penumpang dapat memilih naik pesawat tanpa smartphone tersebut atau pihak kami akan menyitanya.

Langkah yang dilakukan Jepang, dimana melarang Note 7 untuk penerbangan kemudian juga banyak diikuti negara lain seperti Korea Selatan sendiri, Malaysia, Hong Kong, Australia, New Zeland, dan Singapore.






foto: oneindia

(ADP)