Shinzo Abe, Menjadi Pemimpin Jepang Pertama yang akan Kunjungi Pearl Harbor


Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan pada Senin (5/12) bahwa, ia akan segera mengunjungi Pearl Harbor, menjadi pimpinan negeri matahari terbit pertama yang melakukan kunjungan ke situs, di mana 75 tahun silam tempat tersebut menjadi lokasi penyerangan besar-besaran Jepang terhadap pangkalan militer Amerika saat era Perang Dunia ke-II. Dalam sebuah konfrensi pers, Abe mengatakan ia akan mengunjungi pangkalan angkatan laut Amerika bersama Presiden Obama dalam lawatan ke Hawaii yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang.

Perjalanan yang direncanakan Abe ke Pearl Harbor akan menjadi penyeimbang kunjungan sejarah, seperti kunjungan yang dilakukan bulan Mei lalu oleh ‘Barrack Obama’ ke Hiroshima, lokasi di mana Militer Amerika menjatuhkan bom nuclear yang menjadi akhir perseteruan antar negara di perang dunia ke-II. Sampai dengan bulan Mei tahun ini, belum pernah ada pimpinan dari Amerika yang melakukan kunjungan untuk kota tersebut.

Dengan rencana tersebut, Shinzo Abe akan menjadi pimpinan Jepang pertama yang akan mengunjungi lokasi bersejarah tersebut, di mana saat itu Angkatan Laut Jepang melakukan serangan pada 7 Desember 1941, dan kemudian menjadi awal pemicu perseteruan yang terjadi antara Jepang dan Amerika, sebagai bagian dari sejarah perang dunia ke-II.

Kunjungan Mr. Abe akan menjadi salah satu dari serangkaian upaya Jepang untuk berdamai dengan sejarah perang, tanpa adanya permintaan maaf langsung. Abe tengah dalam posisi yang unik untuk melakukan perjalanan tersebut, sebagaimana ia adalah seorang nasionalis yang telah blak-blakan tentang kebutuhan Jepang untuk bergerak di luar sejarah dan memainkan peran lebih besar dalam pertahanan (militer) sendiri.

"Kami harus tidak mengulangi kengerian perang," seperti yang disampaikan Abe dalam konfrensi pers. "Saya ingin mengungkapkan tekad bahwa kita melihat ke masa depan, dan pada saat yang sama mengirim pesan tentang nilai rekonsiliasi AS-Jepang”, tambahnya.









foto: NBC, reuters

(ADP)