5 Alasan Princess Mononoke Disebut Film Anime Terbaik


110
3 shares, 110 points

Animasi Jepang Princess Mononoke adalah salah satu karya yang terbaik dari studio Ghibli. Kisah tentang seorang putri yang tinggal di hutan bersama seekor makhluk buas ini diciptakan oleh Hayao Miyazaki pada 1970-an. Sketsa tersebut kemudian dituangkan dalam storyboard film pada 1994.

Meskipun demikian, Princess Mononoke dianggap masih relevan untuk menjadi tontonan pada zaman sekarang. Tak heran animasi Jepang ini pernah meraih penghargaan dari Japan Academy Prize sebagai Film Terbaik. Princess Mononoke juga disebut-sebut sebagai film dengan pendapatan tertinggi di Jepang pada 1990-an.

Nah, apa saja alasan menyebut Princess Mononoke sebagai film animasi terbaik? Berikut 5 di antaranya.

1. Mengangkat Isu Lingkungan

Roger Ebert, salah seorang kritikus film kenamaan memasukkan film Princess Mononoke ke dalam daftar 10 film terbaik pada 1999. Hal ini dipicu oleh isu lingkungan yang diangkat oleh Miyazaki dalam animasi Jepang ini. Ebert mengatakan bahwa Princess Mononoke bukan hanya merupakan tayangan sederhana yang mengisahkan kebaikan dan kejahatan.

Akan tetapi, melalui film ini, penonton akan disuguhkan tayangan mengenai bagaimana manusia, hewan hutan, dan alam saling berinteraksi melalui peran masing-masing sehingga menciptakan tatanan kehidupan yang baru dan ideal.

2. Diwarnai dengan isu gender

Bukan rahasia lagi jika gender merupakan isu yang tetap hangat hingga saat ini di belahan dunia mana pun. Peran laki-laki dan perempuan dalam menjalani kehidupan sering kali menjadi perdebatan. Pada umumnya, masyarakat memelihara budaya patriarki, yaitu ketika posisi laki-laki dianggap lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Dalam Princess Mononoke, budaya tersebut ditabrak melalui kepemimpinan Lady Eboshi, yaitu seorang perempuan. Dalam beberapa adegan tampak bahwa Eboshi ingin menyeimbangkan peran perempuan dan laki-laki. Hal ini cukup kontroversial mengingat Jepang menganut budaya patriarki yang kental.

3. Mencuri perhatian dunia

Studi Ghibli memang memproduksi film-film anime berkualitas. Namun, perannya semakin mendapatkan pengakuan di dunia Barat ketika Princess Mononoke hadir. Besarnya animo masyarakat lokal terhadap tontonan ini menarik perhatian produser Harvey Weinstein.

Setelah itu, script naskah pun dibuat oleh Neil Gaiman. Sejumlah bintang ternama, seperti Claire Danes dan Billy Bob Thornton, didaulat untuk menjadi aktor pengisi suara di Princess Mononoke.

4. Bukan mengusung kisah romantis biasa

Sebagian besar film kartun Disney menawarkan kisah cinta yang mendayu-dayu. Dalam film Princess Mononoke, Anda tidak akan menemukan hal itu. Meskipun alurnya masih diwarnai dengan unsur romantisme, isinya lebih pada pelajaran berharga mengenai nilai akibat dan kompromi dalam sebuah hubungan.

Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati sebuah tayangan tanpa kisah yang penuh drama, Princess Mononoke layak untuk ditonton.

5.Mengajarkan kepedulian

Kusta adalah penyakit yang menular. Penderitanya biasanya dijauhi dan dikucilkan untuk menghindari proses penularan pada orang yang masih sehat. Namun, oleh Lady Eboshi, para penderita kusta ini dirawat dan diperhatikan. Hal ini menjadi tindakan yang unik dan berani pada zaman sekarang.

Melalui film ini, penonton perlahan-lahan diberi pengertian bahwa penderita kusta juga merupakan sesama yang seharusnya ditolong. Kadang kala, karena stigma yang telanjur negatif, bantuan tersebut urung diberikan.

Nah, itulah 5 kelebihan Princess Mononoke sebagai film animasi Jepang. Dibandingkan dengan film sejenisnya, anime ini menawarkan banyak hal baru dan antimainstream. Selain itu, Anda juga dapat mencari tahu lebih banyak mengenai hal-hal seputar Jepang hanya di sini.


What's Your Reaction?

hate hate
2
hate
confused confused
5
confused
fail fail
2
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
2
lol
omg omg
2
omg
win win
3
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *