Anime Menggila di China, Pasar Baru Animator Jepang


109
109 points

Anime merupakan animasi yang digambar dengan tangan atau pun teknologi komputer. Meskipun animasi identik berasal dari Jepang, ada pula yang dibuat di luar Jepang. Cerita anime kerap berasal dari manga, yaitu komik atau novel grafik. Ada berbagai genre anime yang memiliki penggemar garis keras masing-masing.

Saat ini, industri anime tidak lagi hanya didominasi oleh Jepang. Hal itu diutarakan oleh Yoshitada Fukuhara, seorang produser serial fenomenal pada 2017 di akun Twitternya. Menurut pendapatnya, China akan mengambil alih industri anime Jepang dalam waktu 3 hingga 10 tahun mendatang, baik dari segi produksi maupun kemampuan.

Kolaborasi Jepang-China

Industri anime di China telah dimulai sejak 1941. Perkembangannya saat ini tidak lepas dari kolaborasi dengan sejumlah pihak di Jepang. Salah satunya, kerjasama antara perusahaan animasi DLE dengan Shanghai Yingshi Film Investment Co., Ltd. Ini adalah unit perusahaan Shanghai Film Group Corporation. Perusahaan ini aktif memproduksi anime melalui anak perusahaannya, Shanghai Animation.

Untuk memperkuat kesepakatan tersebut, dibentuklah dana abadi baru yang dinamai Chinese Japanese Animation Fund sebesar 10 miliar yen. Dana ini dikelola oleh perusahaan yang bernama Galaxy DLE.

Menurut Komisaris Animation Innovation Group, Qian Jinping, pasar anime China memang memiliki peluang besar. Pada 2015 saja, ada sekitar 54 film animasi yang ada ditayangkan di China. Angka ini merupakan 7,9% dari seluruh film yang masuk ke bioskop. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan minat pecinta anime di China.

Industri Anime di China

Perkembangan anime di China tampak jelas melalui situs online YouKu. Situs mirip YouTube ini menayangkan anime dengan kualitas yang membaik dari waktu ke waktu.

Peluang ini ditangkap oleh Tencent Holding Ltd. Tencent membawa sekitar 300 franchise anime Jepang ke China. Salah satu pemicunya adalah ketertarikan fans anime di China pada Naruto, seorang tokoh anime yang berperan sebagai ninja. Tencent memperkirakan pertumbuhan pasar domestik adalah dua kali lipat pada 2020 nanti atau setara dengan 31 miliar.

Menariknya, Tencent bukan hanya mengandalkan franchise, tetapi juga menciptakan banyak konten lokal. Saat ini, Tencent memiliki studio domestik untuk membuat animasi dari novel China, baik yang klasik maupun online. Ada dua animasi yang cukup populer, yaitu There Was A Ling Jian Mountain dan The Weirdo.

Untuk melawan kedigdayaan anime Jepang, Tencent mengadopsi model bisnis Marvel Studios. Bukan hanya itu, Tencent juga mengandalkan media sosial yang telah memiliki satu miliar pengguna. Untuk memanjakan pengguna aplikasinya, tersedia fitur yang dapat menghubungkan langsung ke video.

Saat ini, Tencent memiliki basis di Shenzen. Platform yang berbasis aplikasi chatting ini juga berencana mengeksekusi platform games, perbankan, dan belanja.  Dengan laba yang besar tiap tahun, Tencent berniat meramaikan pasar anime di China.

Pasar bagi Animator Jepang

Perkembangan baru anime di China menjadi angin segar bagi para animator di Jepang. Kini terbuka kesempatan lain untuk menggarap animasi yang terus berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu tersebut. Karena itu, tak heran jika menggilanya anime di China disambut dengan baik.

Adanya kolaborasi yang telah digagas sejak awal membuat kesempatan ini terbuka lebar. Dengan kemunculan anime China yang semakin pesat, para penggemar anime kini memiliki alternatif tontonan yang lebih banyak. Menarik, bukan?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *