Bahasa Gaul Jepang Seperti Apa?


87
87 points

Kalau kamu sering membaca manga atau menonton anime, pastinya sudah sering menemukan kata atau kalimat slang Jepang. Bahasa gaul atau slang dalam bahasa Jepang disebut wakamono kotoba yang artinya “kata-kata anak muda”. Tentunya, slang tak bisa kamu temukan di kamus Jepang reguler.

Muda-mudi biasa menggunakan bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari dengan teman atau orang yang sudah akrab. Sering kali frasa dalam bahasa Jepang baku disingkat oleh mereka. Misalnya, sore wa menjadi sorya, desu menjadi ssu, atau nakereba menjadi nakya.

Nah, penasaran seperti apa bahasa gaul Jepang dan bagaimana penggunaannya? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Maji

Maji merupakan singkatan dari kata majime yang berarti serius. Kata ini acap kali dipakai saat seseorang kaget mendengar sesuatu, misalnya “maji de?” atau “maji?”. Selain itu, kata ini juga bisa digunakan sebagai adjektiva seperti maji na kao yang artinya muka serius.

2. Chou

Kata chou dipakai sebagai awalan kata yang memiliki arti “super”. Misalnya, ketika kamu melihat hewan yang sangat menggemaskan, katakan “chou-kawaii” yang artinya “super imut”. Kanji chou sendiri ada pada kata chou-tokkyuu atau kereta super ekspres.

3. Arienai

Arienai artinya “mustahil” atau “tidak mungkin”. Kata ini sama dengan shinjirarenai yang juga berarti “tak dapat dipercaya”. Namun, arienai lebih sering dipakai oleh muda-mudi di Jepang karena lebih singkat dan kasual.

4. Ikemen

Bagi penggemar idola atau karakter fiksi dalam anime atau manga, pasti sudah tidak asing dengan kata yang satu ini. Ikemen artinya “cowok keren”.

5. Saikou

Saikou berarti “sangat”. Dapat digunakan untuk bermacam-macam konteks, mulai dari makanan enak, tempat yang seru, hingga memuji seseorang. Istilahnya, saikou bisa berarti “mantap banget deh!”.

6. Donmai

Kalau didengar-dengar, kata ini mirip dengan don’t mind dalam bahasa Inggris, ya. Ternyata, slang ini memang kata serapan, lo. Donmai berarti “jangan dipikirkan” atau “santai saja”.

7. Yabai atau Yabee

Kedua kata ini memiliki arti yang sama, yaitu “awas”, “gawat”, atau “bahaya”. Jika yabai biasa digunakan oleh perempuan, yabee sebaliknya dipakai oleh laki-laki. Tidak hanya digunakan dalam situasi darurat, kata ini bisa berarti positif tergantung konsepnya.

8. Dondake

Bahasa gaul Jepang berikutnya adalah dondake yang berarti “seberapa banyak”. Dondake merupakan singkatan dari dore dake yang memiliki arti sama.

9. Nanchatte

Nanchatte artinya bercanda. Misalnya, kamu mencoba melontarkan candaan yang malah dianggap serius oleh temanmu. Kamu bisa mengatakan “nanchatte!” setelahnya. Nanchatte juga bisa dipakai untuk menjuluki sesuatu yang palsu alias gadungan.

10. Oogesa da ne!

Oogesa da ne artinya berlebihan atau lebai. Contohnya, ada kenalan yang terlalu melebih-lebihkan saat memujimu. Kamu dapat berkata “oogesa da ne!”.

11. Tokoro de

Tokoro de artinya “omong-omong” alias “by the way”.

12. Kuuki yome!

Kuuki yome artinya “baca situasi”. Frasa ini dapat kamu pakai ketika ada temanmu yang asal bicara tanpa membaca situasi. Katakan “kuuki yome!”

Wah, ternyata bahasa gaul Jepang itu bermacam-macam, ya? Apakah kalian pernah mendengar beberapa atau bahkan sudah mendengar semuanya? Walaupun tak menggunakannya untuk komunikasi sehari-hari, setidaknya kamu sudah mengerti artinya supaya menghindari kesalahpahaman. Jangan lupa tulis komentar kalian di kolom dan share informasi ini!


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
2
fail
fun fun
1
fun
geeky geeky
2
geeky
love love
8
love
lol lol
0
lol
omg omg
6
omg
win win
6
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *