Belajar Bahasa Jepang: Pola Kalimat


93
93 points

Bahasa Jepang termasuk salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari di dunia. Tidak seperti bahasa Indonesia, belajar bahasa Jepang memiliki beberapa perbedaan terutama dari pola atau struktur kalimat. Untuk lebih memahaminya, simak ulasan berikut ini!

1. Inti Struktur Kalimat dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, pola kalimat terdiri dari Unsur dan Predikat. Predikat harus ada dalam kalimat dan posisinya berada di akhir kalimat. Bahasa Jepang merupakan bahasa yang mengutamakan predikat sehingga unsure-unsur lain dalam kalimat seperti subjek, objek dan keterangan disusun terlebih dahulu sebelum dihubungkan dengan predikat.

2. Susunan Kalimat

Mengetahui susunan kalimat saat belajar bahasa Jepang juga merupakan hal penting. Untuk lebih memudahkanmu dalam memahaminya, mari bandingkan dengan susunan kalimat dalam bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal istilah SPOK atau Subjek + Predikat + Objek + Keterangan. Dalam bahasa Jepang, susunan unsur-unsur lain selain predikat sifatnya fleksibel. Kamu juga menggunakan konsep penentuan urutan agar lebih mudah dalam menyusun pola kalimatnya.

3. Penentuan Partikel untuk Menunjukkan Keterangan

Partikel adalah unsure dalam bahasa Jepang yang ditujukan untuk menunjukkan berbagai unsur dalam kalimat. Partikel-partikel itu adalah”

  • Partikel ‘wa’ digunakan untuk menunjukkan subjek atau topic
  • Partikel ‘o’ digunakan untuk menunjukkan objek
  • Partikel ‘de’ digunakan untuk menunjukkan tempat.

Contoh: Dewi wa warung de bakso o tabemasu (Dewi makan bakso di warung). Kata-kata yang ditebalkan menunjukkan contoh penggunaan partikel dalam kalimat.

Dalam bahasa Indonesia, partikel mirip dengan kata depan yang gunanya untuk menunjukkan waktu, tempat, arah, dan lain sebagainya. Sementara itu dalam bahasa Jepang, partikel lebih cocok disebut sebagai kata belakang (bukan kata depan) karena letaknya di belakang dari kata yang ditunjukkannya. Partikel ini biasanya menunjukkan hubungan antar kata dalam kalimat. Karena keberadaan partikel ini, susunan unsur-unsur kalimat dalam bahasa Jepang bisa disusun secara fleksibel.

4. Kata Menerangkan dan Diterangkan

Jika dalam bahasa Indonesia kita mengenal istilah D.M atau Diterangkan dan Menerangkan (kata yang diterangkan diletakkan di depan dan yang menerangkan ditulis setelahnya), maka dalam belajar bahasa Jepang, konsepnya menjadi terbalik. Artinya bahasa Jepang menggunakan sistem M.D atau Menerangkan dan Diterangkan.

Untuk lebih memahaminya, simak contoh berikut ini:

Bahasa Jepang Bahasa Indonesia
Kankoku (Korea) jin (orang) Orang Korea
Shiroi (Putih) neko (kucing) Kucing Putih
Nihon (Jepang) ryoori (masakan) Masakan Jepang

5. Penggunaan Predikat dalam Bahasa Jepang

Dari segi predikat, dalam bahasa Jepang ada 3 jenis kalimat yakni kalimat kata kerja, kalimat kata sifat dan kalimat kata benda.

  • Kalimat Kata Kerja

Kalimat kata kerja terdiri dari Unsur (bisa berupa subjek, objek, keterangan atau topik) ditambah partikel dan ditambah ‘masu’.

Contoh:

Bambang ga tabe-masu (partikel ‘ga’ menunjukkan subjek) artinya: Bambang makan.

  • Kalimat Kata Benda

Kalimat kata benda terdiri dari kata benda 1 (bisa berupa subjek atau topik) ditambah kata benda 2 ditambah ‘desu’.

Contoh:

Bambang wa gakusei desu (partikel ‘wa’ menunjukkan kata benda) artinya: Bambang adalah seorang pelajar.

  • Kalimat Kata Sifat

Kalimat kata sifat terdiri dari unsur kata benda (bisa berupa subjek atau topik) ditambah kata sifat ditambah ‘desu’.

Contohnya: Kore wa takai desu artinya: Ini mahal.

Itulah beberapa pola kalimat dasar yang harus diketahui saat belajar bahasa Jepang. Agar semakin lancar, jangan lupa membeli kamus dan modul pembelajaran, ya!


What's Your Reaction?

hate hate
1
hate
confused confused
7
confused
fail fail
2
fail
fun fun
2
fun
geeky geeky
3
geeky
love love
5
love
lol lol
1
lol
omg omg
8
omg
win win
1
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *