Yuk Belajar Bahasa Jepang #2


88
88 points

Setelah mempelajari Bahasa Jepang tingkat dasar, selanjutnya kamu dapat menambah kemampuan dengan mempelajari Bahasa Jepang tingkat lanjut. Level lanjutan ini memang lebih sulit dibandingkan tahap awal. Namun, dengan mempelajarinya, kamu akan lebih lancar lagi berkomunikasi dalam Bahasa Jepang setiap hari.

Berikut beberapa contoh pelajaran Bahasa Jepang pada tingkat lanjut yang bisa kamu pelajari.

Mengungkapkan Perasaan

Pada tingkat komunikasi lanjutan, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mengungkapkan perasaan kepada orang lain. Sebagai contoh, pada saat musim dingin, di Jepang akan turun salju. Kamu menyukai salju dan momen tersebut. Lalu, kamu mungkin akan melakukan percakapan berikut:

Moshikashite, yuki?” yang berarti, “Apakah ini mungkin salju?”

Lawan bicara akan menjawab, Korewa, konayuki. Kona no yô ni sarasara shiteiru desho.” Kalimat ini berarti, “Ini adalah salju bubuk. Seperti bubuk, ringan, kering, dan halus teksturnya, ya?” Pada momen ini, lawan bicara ingin menjelaskan tentang bentuk salju yang sedang turun saat itu.

Lalu, kamu bisa menjawab perkataan itu dengan mengungkapkan kesukaan terhadap salju. Berikut contoh kalimatnya:

Kikoku suru mae ni, yuki o miru koto ga dekite shiawase desu. Kalimat ini berarti “Sebelum pulang, dapat melihat salju, rasanya bahagia.” Kalimat ini menandakan ungkapan perasaan si pembicara karena menikmati salju saat sedang berada di luar rumah.

Sebagai catatan, salju ringan di Jepang disebut konayuki. Sementara itu, salju yang mengandung banyak air dikenal dengan istilah botanyuki. Botan merupakan nama sebuah bunga. Karena keping salju yang turun tampak besar seperti kelopak bunga, maka dinamakan botanyuki.

Percakapan Saat Minum Teh

Saat mengikuti upacara minum teh Jepang, ada baiknya juga untuk saling bercakap-cakap supaya lebih akrab. Nah, apa saja hal yang bisa kamu katakan kepada lawan bicara? Sebelum minum teh biasanya ada sesi makan kue Jepang, Nah, kamu bisa mengatakan, “Wagashi wa totemo amai desu ne”. Kalimat ini berarti, “Kue Jepang sangat manis, ya”. Bukan hanya pujian, kalimat ini juga mengandung kesopanan.

Lawan bicara akan menjawab demikian, “Wagashi o tabete kara, maccha o nomimasu. Maccha wa nigai kamoshiremasen.” Ini berarti lawan bicara ingin mengatakan bahwa setelah makan kue Jepang, disarankan untuk minum teh hijau. Teh hijau mungkin pahit.

Mengetahui Lebih Banyak

Selanjutnya, pada percakapan tingkat lanjut, kamu juga bisa menanyakan sesuatu yang lebih kompleks. Sebagai contoh, ketika mengunjungi sebuah tempat wisata dan kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang tempat itu, kamu bisa mengatakan, Himeji-jô wa kiseki no shiro to iwarete imasu. Dôshite deshô ka.”

Kalimat ini berarti, “Puri Himeji dikatakan sebagai puri keajaiban. Mengapa kira-kira demikian?” Lawan bicara tentu akan menjelaskannya. Secara singkat dapat berbunyi demikian, Sensô demo yakenakatta kara desu yang berarti, “Karena tidak terbakar bahkan saat perang.”

Dalam situasi seperti apa kata deshô digunakan? Biasanya, kata ini dipakai pada akhir kalimat. Ini adalah kata yang digunakan untuk mengatakan tentang perkiraan masa depan atau sesuatu yang belum pasti.

Nah, inilah sejumlah percakapan yang termasuk dalam pembelajaran Bahasa Jepang tingkat lanjut. Kamu mungkin akan sedikit kesulitan karena ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Namun, dengan panduan yang tepat, kamu pasti bisa mengikuti pelajaran tersebut hingga semakin lancar berbincang-bincang dalam Bahasa Jepang. Jadi, yuk belajar Bahasa Jepang sekarang!


What's Your Reaction?

hate hate
1
hate
confused confused
1
confused
fail fail
0
fail
fun fun
2
fun
geeky geeky
1
geeky
love love
1
love
lol lol
2
lol
omg omg
2
omg
win win
2
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *