Sudah Tahu Belum Sejarah dan Fakta Kimono Jepang? Kenali Juga Jenis-jenisnya!


135
135 points

Kimono Jepang merupakan salah satu busana yang paling banyak digemari oleh wanita di seluruh dunia. Meskipun busana ini adalah ciri khas masyarakat Jepang, faktanya tak sedikit orang yang terpesona oleh keindahannya. Maklum saja, sebagian besar kimono memiliki desain menarik dengan warna yang indah dipandang mata.

Apa Itu Kimono Jepang?

Selama beberapa generasi, masyarakat Jepang hanya mengenakan satu busana, yakni kimono. Kimono bukan sekedar pakaian biasa, melainkan juga melambangkan budaya dan keindahan Jepang. Melalui kimono, Jepang ingin membuktikan bahwa pakaian memiliki fungsi estetika.

Kimono sendiri berasal dari kata “ki” yang artinya pakai dan “mono” yang berarti benda. Kimono memiliki banyak jenis gaya dan warna. Umumnya, kimono dijahit menggunakan tangan dengan pola berbentuk “T” yang terdiri dari empat lembar kain atau tan dan diikat dengan obi.

Kimono merupakan simbol yang dapat mengungkap identitas pemakainya. Hal ini tercermin dari jenis kimono yang dikenakan.

Perkembangan Kimono dari Masa ke Masa

Kimono mulai diperkenalkan pada era Heinan, yakni sekitar tahun 794 hingga 1185. Pada periode ini, banyak wanita Jepang yang mengenakan jubah kimono sebagai hiasan. Maklum saja, dulu kimono tergolong barang mewah.

Pada masa itu, kimono dibuat dari bahan yang berat dan sangat rumit. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa tidak nyaman. Namun, setelah periode Heinan berlalu, kimono diciptakan dengan bahan yang lebih ringan dan desain yang sederhana. Orang-orang yang semula enggan menggunakan kimono pun beralih mengenakan kimono sehari-hari.

Kendati demikian, pada masa ini, kimono lebih banyak digunakan oleh kaum bangsawan atau kelas atas. Penggunaan bahan sutra membuat harga kimono sangat mahal. Akibatnya tidak semua orang sanggup membeli kimono. Namun, seiring perkembangan zaman, kimono tidak hanya terbuat dari sutra, melainkan juga bahan polyester, rayon, dan katun. Kimono ini ditujukkan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Perubahan zaman membuat kimono lebih sering digunakan pada acara tertentu, semisal pernikahan, musim panas, atau perayaan lainnya. Meskipun demikian, kimono masih menjadi pilihan utama pasangan yang hendak menikah. Baju pengantin wanita Jepang tradisional berbeda dari kimono biasa, yakni berupa Furisode berwarna putih dengan motif tenun warna senada. Warna putih dipilih sebagai simbol kesucian.

Umumnya, kimono wanita terdiri dari beberapa bagian, di antaranya:

  • Nagajuban, yakni dalaman.
  • Data Eri, yakni kain berbentuk kerah yang membuat penggunanya tampak seakan-akan mengenakan dua lapis nagajuban.
  • Kimono utama sebagai lapisan terluar. Umumnya, kimono ini memiliki corak dan warna yang indah.
  • Obi, yakni sabuk ikat pinggang yang terbuat dari kain sutra. Biasanya obi memiliki corak border atau tenun.
  • Obiage, yakni kain warna yang dililitkan tepat di bawah obi. Fungsinya agar obi tidak lepas.
  • Obijime, yakni tali kecil yang diikat pada bagian atas obi. Fungsinya untuk memperkuat ikatan obi agar letaknya tidak berubah.

Ini Fakta Kimono yang Perlu Anda Ketahui!

Sudahkah Anda tahu apa saja fakta tentang kimono? Jika belum, maka Anda wajib untuk mengetahuinya. Dengan cara ini, wawasan Anda mengenai kimono pun akan bertambah. Lantas, apa saja fakta kimono? Berikut uraiannya.

  • Warna Kimono Sesuai dengan Musim

Umumnya, warna kimono yang dibuat dan digunakan oleh masyarakat Jepang disesuaikan dengan musim. Misalnya, pada musim semi, wanita Jepang akan berdandan menggunakan kimono warna cerah bermotif bunga. Penggunaan warna kimono sesuai musim menciptakan harmoni yang indah. Hal ini juga mencerminkan bahwa orang Jepang sangat menyukai keteraturan.

  • Pakaian Tradisional Berbagai Acara

Dulunya, kimono memang diciptakan untuk pakaian sehari-hari, khususnya bagi kaum pria. Namun, kini kimono hanya digunakan pada acara tertentu saja. Meskipun demikian, fungsi dari kimono sendiri tetaplah sama, yakni pakaian yang dapat dikenakan dalam berbagai acara. Pada kunjungan resmi, kimono yang digunakan memiliki desain elegan. Sementara pada acara pemakaman, kimono yang dikenakan haruslah berwarna putih, hitam, cokelat, atau biru.

  • Hanya Menggunakan Bahan Sutra

Dahulu, kimono hanya menggunakan satu bahan saja, yakni sutra. Sutra dipilih lantaran memberikan kesan mewah dan elegan. Bahannya pun halus, ringan, adem, dan nyaman dikenakan dalam jangka waktu lama.

  • Memiliki Banyak Pola

Tak terhitung banyaknya jumlah pola kimono. Setiap tahun, desain kimono bertambah, mengikuti perkembangan tren fashion. Inilah mengapa kimono tidak pernah lekang dimakan zaman. Inovasi membuat kimono tetap bertahan dari gempuran pakaian barat. Bahkan, tak sedikit orang Jepang yang tetap setia menggunakan kimono sehari-hari.

  • Kimono Pria dan Wanita Berbeda

Hanya segelintir orang yang menyadari bahwa kimono pria dan wanita berbeda. Perbedaan di antara keduanya terletak pada variasi warna, pola, dan potongan. Kimono wanita didominasi oleh warna cerah, seperti merah, biru, ungu, dan merah muda. Sementara kimono pria lebih banyak menggunakan warna gelap, seperti biru tua, abu-abu, cokelat, dan hitam.

Berbeda dengan kimono wanita yang memiliki banyak pola, kimono pria sangat minimalis, tidak terdapat pola yang menojol. Simbol keluarga pun hanya disematkan pada kimono jenis formal. Dari segi potongan, keduanya terdiri dari dua bagian. Namun, pada kimono wanita jarang ditambahkan dengan hakama atau celana. Hakama lebih sering digunakan oleh pria untuk acara formal.  

Obi atau sabuk pengencang kimono yang dikenakan oleh pria dan wanita pun berbeda. Biasanya jenis obi yang dikenakan wanita adalah maru-obi dan fukuro-obi. Selain lebih tebal, obi wanita memiliki banyak variasi motif dan warna. Biasanya obi wanita diikat menyerupai bentu kupu-kupu atau bunga. Sementara obi pada kimono pria sangat tipis dengan pola yang halus. Umumnya, obi yang biasa dikenakan, antara lain heko-obi, kaku-obi, dan sanjuku-obi.

Perbedaan lain terletak pada bagian kerah. Pada kimono wanita terdapat celah terbuka di bagian belakang antara leher dengan tengkuk, sedangkan pada kimono pria tidak ada.

Mengenal Jenis dan Fungsi Kimono

Meskipun secara garis besar kimono dibagi menjadi dua, yakni kimono pria dan wanita, faktanya kimono Jepang terdiri dari banyak jenis. Setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda. Agar Anda lebih paham, simak ragam jenis kimono wanita dan pria berikut ini.

Ragam Kimono Wanita

Kimono wanita merupakan jenis busana yang paling umum ditemukan di Jepang. Tak banyak yang tahu bahwa kimono terbagi ke dalam beberapa jenis, sesuai dengan tekstur, material kain, warna, dan acara. Jika Anda tertarik mengenakan kimono, ada baiknya untuk mengetahui lebih dulu mengenai jenis kimono wanita.

Adapun jenis-jenis kimono wanita Jepang, di antaranya sebagai berikut.

  • Kurotomesode

Kurotomesode merupakan jenis kimono paling formal yang hanya boleh digunakan oleh wanita bersuami atau sudah menikah. Kimono ini dibuat ciri khas motif indah disertai lambang keluarga di bagian punggung, dada bagian atas sebelah kanan dan kiri, dan belakang lengan.

Kurotomesode pun memilik motif yang cantik di bagian bawah kaki depan dan belakang yang disebut dengan suso. Umumnya, kimono jenis ini dibuat menggunakan bahan sutra yang halus. Kimono yang biasa digunakan untuk menghadiri perjamuan formal atau resepsi pernikahan ini hanya memiliki satu warna, yakni hitam.

  • Irotomesode

Sesuai dengan artinya “tomedose yang penuh warna”, kimono jenis ini memiliki motif yang indah dan berwarna di bagian bawah, dekat kaki. Pengguna Irotomesode dapat memilih jumlah simbol keluarga atau kamon. Kamon melambangkan tingkat formalitas acara. Semakin banyak kamon yang digunakan, acara semakin formal.

Irotomesode hanya boleh dikenakan oleh wanita yang sudah dewasa, tanpa memandang status pernikahan. Jenis kimono ini biasa dijadikan alternatif busana ketika warna hitam tidak diperkenankan untuk digunakan, seperti resepsi pernikahan di Istana Kaisar.

  • Homongi

Jika ditilik dari asal katanya, Homongi memiliki arti “baju untuk mengunjungi”. Kimono formal khusus untuk wanita ini dapat dikenakan saat mengunjungi saudara atau upacara perjamuan minum teh, pesta pernikahan, dan perayaan tahun baru. Baik wanita yang sudah berkeluarga atau belum boleh mengenakan Homongi. Kimono jenis ini memiliki ciri khas berupa motif di seluruh bagian dengan panjang lengan lebih pendek dari Furisode.

  • Iromuji

Iromuji merupakan kimono wanita yang memiliki lambang keluarga atau kamon. Pada kimono ini, kamon terletak pada bagian dada, lengan, dan punggung. Jika terdapat lima kamon, maka Iromuji dapat digunakan untuk acara pesta pernikahan. Namun, jika hanya satu kamon, kimono ini biasa dikenakan untuk acara semiformal, seperti minum teh.

Jika biasanya kimono identik dengan motif yang cantik dan menarik, lain halnya dengan Iromuji. Kimono jenis ini tidak memiliki motif, polos. Iromuji terbuat dari bahan yang sangat lembut dengan warna yang kalem, seperti warna pastel. Sementara warna hitam dan putih adalah warna terlarang, tidak boleh digunakan untuk membuat Iromuji.

  • Tsukesage

Tsukesage lebih kasual jika dibandingkan dengan Homongi. Ciri khasnya adalah motif kecil di bahu kanan, lengan, dan di bawah garis pinggang. Tsukesage boleh digunakan oleh semua wanita, baik yang sudah menikah ataupun lajang. Kimono ini sering dikenakan para wanita yang hendak merayakan tahun baru, menghadiri acara pernikahan, ataupun menonton festival.

  • Komon

Komon adalah jenis kimono yang digunakan untuk acara santai, seperti menonton pertunjukan, makan malam, atau berkumpul dengan teman-teman. Kimono ini memiliki ciri khas, yakni desain sederhana dan motif berukuran kecil yang sama pada keseluruhan kain.

  • Tsumugi

Tsumugi merupakan jenis kimono yang dapat dipakai oleh siapa pun, baik wanita lajang maupun yang sudah menikah. Meskipun kimono ini difungsikan untuk acara santai atau sehari-hari, Tsumugi tidak boleh dipakai di luar rumah, seperti berjalan-jalan atau berbelanja. Pasalnya, bahan dan motif Tsumugi sangat sederhana sehingga dianggap kurang etis jika digunakan di tempat umum.

Di masa lalu, Tsumugi hanya digunakan untuk pakaian kerja wanita di ladang. Bahannya terbuat dari benang kasar berkualitas rendah. Inilah alasan mengapa Tsumugi hanya boleh dikenakan di dalam rumah.

  • Yukata

Yukata merupakan jenis kimono yang digunakan ketika musim panas. Yukata terbuat dari kain katun tipis tanpa pelapis sehingga sangat ringan dan mudah menyerap keringat. Meskipun didominasi bentuk bunga, sebenarnya motif Yukata sangat bervariasi. Warnanya pun beragam, mulai dari warna cerah hingga warna netral.

  • Furisode

Kimono Furisode biasanya digunakan untuk acara formal, seperti upcara Seijin Shiki, upacara kelulusan, hatsumode, atau pesta pernikahan. Kimono ini dikenakan oleh wanita lajang atau yang belum menikah. Ciri kimono furisode dapat dilihat pada bagian lengan yang lebar dengan panjang antara 100-107 cm.

Furisode terbagi dalam tiga jenis, yakni Kuforisode (lengan pendek), Chu Furisode (medium), dan Ofurisode (lengan panjang). Umumnya, material yang digunakan kimono jenis ini adalah sutra dan crepe dengan motif bernuansa cerah nan memikat.

Ragam Kimono Pria

Selain kimono wanita, terdapat kimono khusus untuk pria. Dibandingkan dengan kimono wanita, kimono pria jarang digunakan. Hal ini terjadi lantaran sebagian besar pria Jepang lebih menyukai pakaian barat yang simpel. Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis kimono pria beserta fungsinya.

Berbeda dengan kimono wanita yang terdiri dari banyak jenis, kimono pria hanya terdiri dari tiga jenis, yakni:

  • Montsugi

Kimono Montsugi biasa digunakan untuk acara formal ataupun dikenakan pengantin pria tradisional. Montsugi berasal dari kata “mon” yang berarti lambang keluarga dan “tsuki” yang artinya mengenakan. Kimono jenis ini terbuat dari bahan polos dan memiliki simbol keluarga. Montsugi sering digunakan dengan hakama dan haori.

  • Kinagashi

Kinagashi merupakan kimono yang dapat digunakan untuk bersantai, berjalan-jalan, ataupun dikenakan sehari-hari. Kimono jenis ini tidak memiliki lambang keluarga.

  • Yukata

Selain wanita, pria pun dapat menggunakan Yukata. Kimono jenis ini dapat digunakan oleh siapa pun, baik pria yang masih lajang maupun sudah menikah. Sebagian besar orang Jepang akan menggunakan Yukata ketika musim panas tiba. Yukata pria lebih banyak didominasi warna gelap, seperti ungu tua, hitam, dan biru tua dengan corak garis gelap.

Inspirasi Gaya Busana Kimono

Bagi Anda yang tertarik menggunakan kimono, ada sejumlah tips tampil cantik yang dapat Anda coba. Tips ini tidak hanya membuat Anda tampak beda, melainkan dapat membuat Anda menjadi pusat perhatian. Rahasianya adalah memadukan gaya kimono dengan baju modern. Bahkan, gaya ini telah menjadi inspirasi selebritas kelas dunia.

  • Gaun

Untuk kesan yang lebih kasual, Anda dapat memadukan gaun bergaya kimono dengan aksesoris, seperti tas, sepatu datar, dan kalung. Asyiknya, model baju ini cocok dikenakan siapa pun. 

  • Jaket

Pernah melihat jaket bergaya kimono? Jakat ini memiliki lengan yang menyerupai lengan pada kimono. Jaket ini sangat cocok dikenakan dalam berbagai situasi. Jaket kimono akan membuat Anda tampil penuh gaya, trendi, dan elegan.

  • Blouse

Ingin gaya yang lebih ringan? Pilih blouse bergaya kimono. Pakaian ini biasanya terbuat dari bahan satin atau sutra yang lembut. Pilih blouse yang menggunakan model leher V, ikat, button-down, atau tumpuk. Padukan blouse kimono dengan celana panjang lurus atau sebatas pergelangan kaki. Inspirasi gaya ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai tampilan feminin.

  • Sweater

Selain jaket, sweater bergaya kimono pun tak kalah membuat Anda tampil lebih cantik. Kenakan kaos lengan panjang atau turtleneck. Dijamin penampilan Anda akan membuat orang terpesona. Sangat cantik!

  • Kardigan

Satu lagi gaya yang tak boleh Anda lewatkan, yakni kardigan kimono. Meskipun terkesan simpel, nyatanya cardigan kimono dapat menonjolkan kecantikan Anda. Cukup padukan kardigan kimono dengan jeans atau kaos pendek, Anda pun siap untuk beraktivitas. Kardigan kimono pun cocok dikenakan pada acara pesta di malam hari. Anda hanya perlu memadukan gaun dengan cardigan kimono.

Demikianlah informasi mengenai kimono Jepang, mulai dari sejarah, fakta, dan jenis yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat. Jangan lupa share ya!


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
1
fun
geeky geeky
1
geeky
love love
4
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *