Avigan Buatan Jepang: Benarkah Ampuh Mengatasi COVID-19?


113
113 points

Keresahan masyarakat dunia terhadap pandemi COVID-19 masih belum benar-benar mereda. Beberapa negara masih menunjukkan angka kasus yang semakin meningkat setiap harinya. Beberapa negara bahkan melaporkan adanya gelombang kedua setelah beberapa waktu sebelumnya merasa lega dan optimis karena kurva yang melandai.

Namun di tengah keresahan ini, avigan muncul sebagai salah satu harapan. Obat asal Jepang ini dianggap mampu mengobati COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona. Namun, benarkah demikian?

Melalui Uji Klinis

Penyakit COVID-19 yang menyebar dengan sangat cepat menjadi momok tersendiri karena belum ditemukannya vaksin untuk menanggulanginya. Namun, Jepang berhasil menciptakan avigan yang dianggap dapat menyembuhkan pasien yang positif terjangkit virus Corona.

Obat COVID-19 ini dikembangkan oleh Toyama Chemical Co, yakni anak perusahaan Fujifilm Holdings. Obat ini sebenarnya merupakan obat virus antiinfluenza yang juga pernah digunakan untuk pengobatan pasien positif Ebola.

Efektivitas avigan dalam melawan virus Corona disampaikan oleh Zhang Zinmin pada Maret 2020 lalu. Direktur National Center for Biotechnology Development Tiongkok tersebut menyampaikan hal tersebut setelah uji klinis yang dilakukan.

Pengujian avigan dilakukan di dua kota di Tiongkok, yakni Wuhan dan Shenzhen. Adapun jumlah pasien di Wuhan yang terlibat adalah sebanyak 240 pasien, sedangkan jumlah pasien diShenzen yang terlibat adalah sebanyak 80 pasien.

Berdasarkan pengujian tersebut, berikut beberapa hasil yang diperoleh.

Penurunan Suhu Tubuh Pasien

Avigan mampu menurunkan suhu tubuh pasien positif Covid-19 kembali normal dalam jangka waktu (rata-rata) 2,5 hari. Sementara itu, pasien yang tidak diberikan obat tersebut membutuhkan waktu sekitar 4,2 hari untuk mencapai suhu tubuh normal.

Keluhan Batuk Mereda

Keluhan batuk yang menjadi salah satu gejala utama COVID-19 juga mereda lebih cepat pada pasien positif yang diberi Avigan. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk meredakan batuk menggunakan Avigan adalah 4,57 hari, sedangkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk meredakan batuk tanpa menggunakan obat tersebut adalah 5,98 hari.

Peningkatan Kondisi Paru-Paru

Pengujian ini menggunakan X-ray. Pasien yang mengonsumsi avigan mengalami peningkatan kondisi paru-paru hingga 91%, sedangkan pasien tanpa avigan mengalami peningkatan kondisi paru-paru sekitar 62%.

Perubahan Status Pasien

Pasien positif yang diberi avigan berubah statusnya menjadi negatif hanya dalam waktu empat hari. Sementara itu, pasien positif yang tidak diberi avigan baru berubah statusnya menjadi negatif sekitar sebelas hari.

Persetujuan Sebagai Obat COVID-19

Dilansir dari berbagai sumber, avigan teruji klinis sebagai obat untuk menangani COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Adapun beberapa hal penting terkait obat ini adalah sebagai berikut.

  • Avigan merupakan obat keras sehingga tidak dijual bebas. Penggunaan obat ini harus menggunakan resep dokter dan tidak diketahui berapa harga pasarannya.
  • Pemerintah Jepang memegang kendali atas produksi dan peredaran obat ini. Artinya, penggunaan avigan untuk pengobatan virus Corona pun harus melalui persetujuan penuh pemerintah.
  • Obat ini berbahaya untuk janin. Selain itu, sumber di Kementerian Kesehatan Jepang juga mengatakan bahwa avigan tidak efektif untuk penderita COVID-19 dengan gejala parah.
  • Avigan dibuat untuk mengobati virus RNA, bukan DNA. Obat ini bekerja dengan cara melumpuhkan enzim RNA polimerase sehingga replikasi virus akan terhenti.
  • Persetujuan dan produksi massal avigan sebagai obat COVID-19 masih menunggu persetujuan. Adapun persetujuan ini didasarkan pada pengujian lebih lanjut yang dilakukan.

Meski sampai kini belum dapat dipastikan kapan avigan dapat benar-benar dianggap sebagai obat COVID-19, hasil pengujian selama ini memberi harapan baru bagi umat manusia dalam melawan virus Corona. Selagi menunggu, masyarakat pun tetap diharapkan untuk tetap disiplin memberlakukan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko terinfeksi COVID-19.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *