Gaji Animator di Jepang Rendah, Apa Benar?


98
98 points

Terlibat dalam proses pembuatan film animasi Jepang yang ngehits dan disukai banyak orang, tentu menjadi prestasi membanggakan. Apalagi, anime Jepang memiliki banyak penggemar, tidak hanya di Jepang, tetapi juga di tingkat internasional. Sebagai buktinya, industri anime Jepang per tahun 2017, bernilai US$19 miliar. Namun, siapa sangka kalau gemerlapnya industri animasi ternyata tidak ikut dinikmati oleh para animator yang bekerja di Jepang.

Kabar tidak sedap mengenai nasib yang dialami oleh para animator di Jepang memang sudah berembus sejak lama. Bahkan, kehidupan para animator Jepang tidak ubahnya menjadi budak perusahaan. Selain mendapatkan gaji yang sangat rendah, mereka juga dipaksa untuk bekerja dalam kondisi yang tidak kondusif. Alhasil, kamu bisa menemukan fenomena animator yang bekerja tanpa henti, frustrasi, dan akhirnya berujung pada keputusan bunuh diri.

Gaji Animator di Jepang yang Lebih Rendah Dibandingkan Penjaga Toko

Seberapa rendah sih gaji yang biasa diterima oleh para tenaga animator Jepang? Terkait fenomena ini, kamu bisa mendapatkan gambarannya dari Japanese Animation Creators Association yang mengungkapkan bahwa mayoritas animator di Jepang memiliki penghasilan di bawah garis kemiskinan. Sebagai gambaran awal, mereka yang memiliki penghasilan di bawah 2,2 juta yen per tahun termasuk sebagai warga miskin.

Dari data tersebut, terungkap kalau animator muda yang berusia di kisaran 20 tahunan, rata-rata memperoleh bayaran hanya 1,1 juta yen per tahun. Penghasilan mereka mulai meningkat menjadi 2,1 juta yen ketika menginjak usia 30 tahunan. Para animator tersebut baru bisa keluar dari garis kemiskinan ketika telah mencapai usia 40 serta 50 tahunan, dengan pendapatan di kisaran 3,5 juta yen per tahun.

Hal yang lebih mengejutkannya lagi, gaji yang diterima oleh para animator ternyata masih kalah kalau dibandingkan dengan penjaga minimarket. Fakta ini terungkap dalam laporan Kotaku yang melakukan investigasi terhadap kehidupan para animator di P.A Works—studio yang memproduksi film animasi seperti Charlotte, Shirobako, Angel Beats!, dan lain-lain.

Dalam hasil investigasinya tersebut, Kotaku menemukan kalau animator yang baru diterima kerja di P.A Works, dibayar dengan gaji 770 yen per jam. Nilai bayaran tersebut ternyata jauh lebih rendah dibandingkan dengan upah yang didapatkan oleh penjaga minimarket, yang rata-rata memperoleh gaji 920 yen per jam. Bahkan, bayaran tersebut bisa meningkat ke angka 1.150 yen pada shift malam.

Gaji rendah para animator itu juga dibenarkan oleh Shingo Adachi, animator serta desainer karakter anime populer Sword Art Online. Adachi mengungkapkan kalau pihak perusahaan berupaya agar biaya produksi film animasi rendah. Caranya adalah dengan merekrut tenaga animator freelance.

Rata-rata, para freelancer tersebut dibayar 200 yen untuk setiap gambar. Proses pembuatan satu gambar biasanya memakan waktu 1 jam. Jadi, kalau mereka bekerja selama 8 jam dan mampu membuat 8 gambar, uang yang didapatkan hanya 1.600 yen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayaran yang didapatkan oleh animator P.A Works.

Adachi mengungkapkan, bayaran rendah yang didapatkan oleh para animator freelance tersebut memang bisa meningkat kalau mereka mendapatkan posisi sebagai key-frame animator. Hanya saja, seperti yang terungkap dalam survei Japanese Animation Creators Association, kamu tidak akan mendapati selisih gaji yang signifikan dari para tenaga animator. Gaji yang rendah itu juga tidak akan mengalami perubahan meski anime yang tengah digarap booming dan populer di pasaran. Tak heran kalau Adachi menyebutkan bahwa menjadi seorang animator di Jepang, bukanlah sebuah pekerjaan impian.  


What's Your Reaction?

hate hate
4
hate
confused confused
0
confused
fail fail
2
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
2
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
8
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *