Generasi Micin? Mereknya Kok Seperti Bahasa Jepang


107
107 points

Kamu pasti sudah sering dengar istilah “generasi micin”, atau mungkin kamu termasuk yang sering dikatain seperti itu? Lepas dari istilahnya yang sebenarnya nggak akurat, nama micin sendiri menggelitik. Kok mirip bahasa Jepang ya? Apakah ada hubungannya dengan Jepang?

Ternyata memang ada, tapi bukan karena asal katanya. Micin adalah salah satu penemuan terbesar Jepang dalam sejarah makanan, dan manfaatnya mengalahkan reputasi “buruk”nya. Yuk, ketahui faktanya biar tidak ada lagi yang salah paham tentang micin!

Bagaimana Micin Ditemukan?

Micin adalah nama populer dari monosodium glutamat alias MSG, sejenis asam amino yang memberi rasa gurih alami pada makanan ternyata sudah populer dari zaman purba, lho! Makanan yang mengandung MSG alami seperti keju sudah diproduksi sejak lebih dari 5.000 tahun lalu. Akan tetapi, istilah MSG belum ada sampai tahun 1908.

Ilmuwan Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda penasaran tentang kelezatan dashi, kaldu dari rebusan tuna kering serta kombu (semacam rumput laut). Baginya, rasa dashi sangat unik, tetapi tidak bisa dikategorikan ke dalam rasa pahit, manis, asam, dan asin. Ikeda menguji berbagai senyawa glutamat yang ada di dalam kaldu tersebut. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa monosodium glutamat adalah yang paling mudah dikristalkan, diolah, dan dimakan.

Ikeda kemudian mencoba mengkristalkan glutamat dari kombu. Hasilnya adalah senyawa yang secara alami mengandung rasa gurih, cocok untuk menyedapkan makanan. Ikeda menyebutnya umami, kata yang berasal dari bahasa Jepang umai (“enak”).

Asal-usul Produk Micin Pertama

Lalu, bagaimana penemuan Dr. Ikeda bisa menjadi micin? Setelah sukses mengekstraksi MSG, Ikeda ingin menjualnya secara massal sebagai penyedap makanan. Saburosuke Suzuki II, pebisnis muda yang bergerak di bidang produk kimia dan farmasetika, berkunjung ke laboratorium Dr. Ikeda dan tertarik dengan penemuan beliau. Pada tahun 1908, Suzuki mendirikan perusahaan Ajinomoto Co. Inc, dengan produk utama berupa serbuk MSG bermerek sama (Aji-no-Moto).

Dalam bahasa Jepang, Aji-no-Moto berarti “intisari rasa”, karena penggunaannya sebagai peningkat cita rasa makanan. Makanan gurih akan menjadi semakin enak kalau kamu menambahkan serbuk MSG. Kata “micin” kemungkinan berasal dari pengucapan umum masyarakat kita yang sulit menyebut monosodium glutamat atau MSG.

Micin: Bahaya atau Nggak?

Kenapa banyak anak muda sering dikatai “generasi micin?” Mungkin karena anggapan bahwa micin itu membuat orang sakit dan “bodoh”. Hal ini kemungkinan karena adanya kehebohan Chinese Restaurant Syndrome pada tahun 1980-an di Amerika, saat banyak orang mengklaim mengalami sakit kepala dan gemetaran setelah makan di restoran China yang banyak menggunakan MSG.

Ternyata, itu tidak sepenuhnya benar, lho!


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
1
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
1
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *