Katanya di Jepang Banyak Gempa, Seberapa Sering?


105
2 shares, 105 points

Bencana alam gempa bumi memang mengkhawatirkan dan berbahaya. Gempa sudah tidak asing lagi dialami di Indonesia, terutama karena letaknya berada di Cincin Api Pasifik. Selain Indonesia, Jepang juga sering sekali mengalami peristiwa gempa, baik gempa kecil maupun gempa besar. Seringnya gempa bumi membuat pemerintah Jepang menciptakan sistem peringatan gempa yang dinilai paling canggih di dunia.

Mengapa Jepang banyak gempa dan seberapa sering gempa yang terjadi di sana? Berikut ini penjelasan penting yang dirangkum untuk Kamu.

Penyebab Jepang Sering Terjadi Gempa

Seperti halnya Indonesia, Jepang merupakan salah satu negara yang terletak di zona Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Negara-negara yang berada di zona ini akan sering mengalami gempa bumi atau letusan gunung berapi yang mengelilingi Samudra Pasifik. Menurut Red Orbit, Cincin Api Pasifik merupakan rumah bagi lebih dari 75 persen gunung berapi tidak aktif maupun aktif di dunia, yaitu sebanyak 452 gunung berapi.

Kerak bumi terdiri dari banyak potongan lempeng seperti puzzle yang bergesekan karena tekanan dan panas dari inti bumi. Cincin Api Pasifik merupakan wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu lempeng tektonik laut Filipina, Pasifik, Eurasia, dan Amerika Utara. Nah, Jepang terletak di sepanjang jalur Cincin Api Pasifik dan sangat dekat dengan pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Pasifik, Eurasia dan laut Filipina. Tak heran jika Jepang banyak gempa.

Seberapa Sering Jepang Dilanda Gempa Bumi?

Keberadaan Jepang di jalur Cincin Api Pasifik membuat wilayahnya tidak stabil. Setidaknya, ada lebih dari 1500 gempa bumi yang melanda Jepang setiap tahunnya, baik gempa kecil maupun gempa besar. Angka yang luar biasa dan tentunya sangat mengkhawatirkan, bukan? Saking seringnya, gempa-gempa kecil yang setiap harinya terjadi tidak mengganggu aktivitas warga Jepang.

Berikut ini 5 gempa terbesar dan mematikan yang pernah melanda Jepang, yaitu:

Gempa Besar Kanto

Gempa berkekuatan 7,9 SR yang terjadi pada 1 September 1923 ini merupakan gempa terburuk sepanjang sejarah. Gempa ini terjadi selama 10 menit di Pulau Honshu dan menyebabkan wilayah Kanto luluh lantak. Tercatat 142.800 orang meninggal dunia dan 2 juta orang kehilangan rumah mereka.

Gempa Genroku

Gempa ini menghantam Teluk Sagami pada tahun 1703 dengan kekuatan 8 SR dan memicu terjadinya tsunami. Titik gempa tidak berasal dari pertemuan dua lempeng tektonik, tetapi dari tengah lempeng. Gempa Genroku memakan 108.000 korban jiwa dan menjadikannya salah satu gempa yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dalam sejarah Jepang.

Gempa Sanriku

Gempa ini berpusat di kedalaman 290 kilometer di laut lepas dan berkekuatan 8,4 SR. Gempa Sanriku yang terjadi pada tahun 1933 ini memicu tsunami di Teluk Ryori dengan ketinggian 28,7 meter. Bencana ini merenggut sekitar 3.000 korban jiwa dan menenggelamkan 3.000 rumah.

Gempa Tohoku

Pada Maret 2011, wilayah Tohoku diguncang gempa bumi berkekuatan 9 SR. Gempa ini mengakibatkan sekitar 29.000 orang tewas dan merusak beberapa reaktor nuklir. Kemudian, terjadi gempa susulan di Pulau Honshu sekuat 6 SR dengan 50 kali getaran. Sudah jelas mengapa di Jepang banyak gempa? Jangan khawatir untuk berkunjung ke sana karena negara yang dijuluki Negeri Matahari Terbit ini merupakan destinasi wisata favorit di dunia. Fakta bahwa Jepang sering mengalami gempa tidak mengurangi minat orang-orang untuk berlibur ke sana. Kebudayaannya yang kaya akan membuat Anda betah untuk berwisata dalam waktu yang panjang. Yuk, segera kemasi barang-barang Anda dan berangkat ke Jepang!


What's Your Reaction?

hate hate
3
hate
confused confused
2
confused
fail fail
1
fail
fun fun
2
fun
geeky geeky
2
geeky
love love
2
love
lol lol
3
lol
omg omg
5
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *