Kenapa Yen ?


69
69 points

Mata uang Jepang merupakan salah satu mata uang yang paling kuat dan berpengaruh di dunia. Hal ini tidak lain dipengaruhi oleh kuatnya tingkat ekonomi yang dimiliki Negeri Sakura terutama dalam bidang ekspor. Oleh karena itu, Japanese Yen mudah diperdagangkan khususnya di kawasan Asia sekaligus menjadi salah satu pilihan investasi yang dianggap menguntungkan.

Impor Koin dari Tiongkok

Sejarah mata uang Jepang terbilang cukup panjang. Sebelum adanya yen yang dipakai hingga saat ini, Jepang melakukan impor koin yang digunakan sebagai mata uangnya.

Hal ini dapat ditelusuri melalui koin biksu Wu Zhu asal Tiongkok. Koin tersebut diperkenalkan sekitar 221 tahun sebelum Masehi, tepatnya di era Dinasti Han. Jepang di kala itu mengimpor koin serupa dari Tiongkok sebagai mata uangnya sampai abad ke-8. Cukup lama, bukan?

Barulah pada tahun 708 pemerintah Jepang mulai melakukan pencetakan sendiri koin tembaga dan perak (disebut Wado Kaiho atau Wado Kaichin). Kalau diperhatikan, koin tersebut pun masih meniru koin Kai Yuan Tong Bao asal Tiongkok baik dari segi bentuk, ukuran, sampai beratnya.

Sayangnya, pencetakan koin sendiri pun tidak berjalan mulus. Sekitar 250 tahun berikutnya, pemerintah Jepang kembali mengimpor koin dari Tiongkok karena tidak sanggup mencetak sendiri. Beberapa abad kemudian, Tiongkok pun tidak dapat lagi memenuhi permintaan koin untuk Jepang yang disebabkan pertumbuhan ekspansi ekonomi dan dagang Jepang. Momen inilah yang kemudian membuat koin buatan Jepang (toraisen dan shicusen) akhirnya masuk ke dalam perputaran mata uang.

Kemunculan Yen

Sejarah yen boleh dibilang dimulai pada masa pemerintahan Meiji. Yen dibuat sebagai pengganti sistem di zaman Edo yang kala itu menggunakan mon sebagai mata uang Jepang. Pasalnya, mon yang digunakan mulai dari era Muromachi (1336 sampai 1870) tidak mempunyai standar nilai tukar pada mata uang asing.

Pemerintah Jepang mulai mencetak mata uang baru di tahun 1870 dengan bantuan perusahaan Jerman yang kemudian disebut dengan ‘German Note’. Metode percetakan yang digunakan pun menggunakan metode yang sama dengan yang digunakan Jerman. Mata uang tersebut pun resmi beredar di tahun 1872.

Beberapa tahun kemudian, Jepang melakukan perubahan gaya mata uang mengikuti gaya mata uang barat. Jepang juga ikut mengganti model mata uangnya memakai potret wajah (uang dalam bentuk lembaran, bukan koin). Adapun sosok pertama yang digunakan potretnya sebagai gambar di mata uang Jepang adalah Empress Jingu.

Penamaan Yen

Masyarakat selain Jepang lebih familier menyebut mata uang negara ini dengan sebutan ‘yen’. Namun, penduduk Jepang sendiri sebenarnya melafalkannya ‘en’. Mengapa demikian?

Lambang mata uang Jepang dalam aksara kanji ditulis sebagai 円 (en) yang berarti lingkaran. Mengapa lingkaran? Pertama, orang Jepang biasa melambangkan uang (menggunakan tangan) dengan lingkaran yang terbentuk gerakan jari telunjuk dan ibu jari. Kedua, uang pertama yang diadopsi berupa koin (logam) yang berbentuk lingkaran.

Sementara itu, aksara円 apabila ditulis dalam romaji adalah ‘yen’. Hal ini karena di akhir zaman Keshogunan Tokugawa, huruf katakana エ (e) dilafalkan sebagai ‘je’. Selain itu, penyebutan yen juga dikarenakan oleh penggabungannya dengan angka atau nominal mata uang. Seperti contoh, nominal satu yen ‘ichien’ disebut dengan ichiyen.

Namun dalam ranah internasional, mata uang Jepang lebih dikenal dengan lambang ¥. Adapun kode ISO yen adalah JPY (JP= Jepang, Y=Yen).

Nah, itulah sejarah yen, mata uang Negara Sakura. Ternyata cukup panjang juga, ya?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
2
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *