Komunitas Orang Indonesia di Jepang!


93
93 points

Keberadaan orang Indonesia di Jepang dengan berbagai visa non-turis meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari Kementerian Kehakiman Jepang, jumlah WNI di Negeri Sakura mencapai lebih dari 54 ribu per 22 Maret 2019. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 12, 7 persen dari tahun lalu dan diprediksi akan terus bertambah.

Keberadaan WNI di Jepang ini pun didasari oleh beberapa hal. Ada yang menetap beberapa tahun untuk menempuh dan menyelesaikan studi, sebagian lainnya untuk melakukan magang di industri yang telah bekerja sama, sebagian lagi untuk bekerja di kedutaan, hingga mereka yang mendampingi pasangan untuk menyelesaikan urusan tersebut (misal seperti istri yang mengikuti suami menyelesaikan studi).

Dengan banyaknya jumlah ini, komunitas orang Indonesia di Jepang pun terbentuk. Adapun beberapa perkumpulan tersebut biasanya didasari oleh kesamaan kegiatan yang dilakukan seperti berikut.

PPI Jepang

PPI Jepang merupakan komunitas orang Indonesia yang mencari pengalaman ke Jepang lewat studi. PPI Jepang sendiri merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jepang sehingga anggotanya tak lain adalah mereka yang berstatus pelajar maupun mahasiswa.

Organisasi ini dulunya bernama Himpunan Mahasiswa Indonesia di Jepang dan didirikan sejak tahun 1953. Tujuan pembentukan PPI Jepang tidak lain untuk mengakomodasi sarana diskusi bagi setiap anggota, sehingga ilmu pengetahuan yang didapatkan selama menempuh studi di Jepang dapat dimanfaatkan secara optimal sekembalinya ke Indonesia kelak. Selain itu, anggota PPI Jepang juga secara tidak langsung menjadi representatif bangsa Indonesia.

Perlu dipahami, tidak semua penduduk Indonesia yang menempuh studi di Jepang menggunakan jalur beasiswa meski mayoritas memanfaatkan kesempatan scholarship yang diselenggarakan oleh berbagai penyedia. Walau begitu, mereka yang menggunakan jalur mandiri pun tetap menjadi bagian dari PPI Jepang.

Luasnya wilayah Jepang dan tersebarnya pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berada di negara ini menghadirkan beberapa ‘cabang’ PPI Jepang untuk mempermudah koordinasi. Istilah yang digunakan adalah ‘korda’ (koordinator daerah) dan ‘korsat’ (koordinator satuan). Adapun korda PPI Jepang adalah sebagai berikut.

  • Korda Hokkaido
  • Korda Tohoku
  • Korda Kanto
  • Korda Chubu
  • Korda Hokuriku
  • Korda Kansai
  • Korda Chugoku
  • Korda Shikoku
  • Korda Kyushu-Okinawa

KMII Jepang

Keluarga Masyarakat Islam Indonesia adalah organisasi dakwah Islam di Jepang yang digerakkan oleh WNI muslim yang tinggal di Jepang. Awal terbentuknya organisasi ini tidak lain adalah karena kondisi Islam sebagai agama minoritas di Jepang yang menyebabkan minimnya kebutuhan untuk melakukan ibadah seperti salat Jumat dan salat Idul Fitri maupun Idul Adha.

Namun sejak beberapa tahun lalu, KMII mulai aktif untuk melakukan gerakan lebih besar. Organisasi ini tidak lagi untuk sekadar memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga meningkatkan kualitas beragama masyarakat Islam Indonesia di Jepang. KMII telah mulai pula berperan aktif dalam memperkenalkan Islam ke masyarakat Jepang lebih luas (dakwah) bersama dengan komunitas muslim dari berbagai negara Islam lainnya yang ada di Jepang.

Pusat aktivitas KMII mayoritas dilakukan di Balai Indonesia—masih satu kompleks dengan Sekolah Republik Indonesia Tokyo di Meguro. Adapun kepengurusan KMII bersifat terbuka untuk setiap WNI Islam, mulai dari staf KBRI, pemagang, pelajar, hingga ibu rumah tangga sekalipun.

Komunitas Pekerja Magang

Komunitas ini lebih dikenal dengan sebutan kenshusei atau jisshusei. Sesuai namanya, perkumpulan ini beranggotakan orang-orang Indonesia yang mengikuti program magang di Jepang. Jumlah anggota komunitas ini tergolong cukup banyak dan rerata didominasi oleh kelompok usia muda.

Program magang Indonesia-Jepang ini sudah terjalin cukup lama. Calon pemagang biasanya akan lebih dahulu disiapkan sesuai skill yang dibutuhkan berikut keterampilan bahasanya sebelum diberangkatkan. Adapun masa magang umumnya berlangsung antara satu hingga tiga tahun dan berlaku bagi laki-laki maupun perempuan sesuai kebutuhan.

Selain tiga komunitas orang Indonesia di Jepang, ada pula beberapa lainnya seperti komunitas pekerja tetap (WNI profesional yang bekerja secara permanen di perusahaan tertentu di Jepang), komunitas spouse visa (WNI yang menikah dengan penduduk lokal), komunitas pegawai pemerintah (staf KBRI, BUMN Indonesia, dan sebagainya), dan lain-lain.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
1
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
3
love
lol lol
1
lol
omg omg
1
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *