Mayoritas Motor Produksi Jepang, Apakah di Jepang Banyak Orang Naik Motor Juga ?


138
138 points

Di Indonesia sepeda motor seperti Motor Honda Jepang, banyak digunakan sebagai transportasi sehari-hari. Namun, tidak seperti di tanah air,  negara asal motor Jepang ini kondisinya sangat berlawanan. Pengguna sepeda motor di Negeri Matahari Terbit ini bisa dihitung dengan jari.  Hanya satu dua orang saja yang naik motor saat melakukan aktivitas sehari-hari. Masyarakatnya justru lebih memilih transportasi umum seperti kereta api, bus, bahkan taksi dibandingkan naik motor.

Saat ini di banyak negara sepeda motor bahkan sudah dilarang digunakan di kota-kota besar. Bahkan di Nigeria yang relatif jauh lebih terbelakang bila dibandingkan dengan Indonesia, juga sudah menetapkan larangan naik motor di Kota Lagos. Sedangkan di Indonesia, jumlahnya justru terus bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan para produsen sepeda motor berlomba mempermudah transaksi sepeda motor, dengan memberikan kredit lunak. Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan belum pernah melakukan pembatasan apa pun.

Ini Alasan Penduduk Jepang Memilih Transportasi Umum

Ada banyak alasan yang membuat masyarakat Jepang lebih memilih  naik transportasi umum. Hal ini tentu menjadi fenomena menarik, karena Jepang merupakan penguasa pasar penjualan sepeda motor di Indonesia hingga 5 jutaan unit per tahun. Tentu ada alasan mendasar yang sangat kuat, mengapa sepeda motor tidak menjadi sarana transportasi utama di negara produsen. Berikut ini penjelasannya.

  • Transportasi umum dianggap lebih murah dan tepat waktu. Pasalnya, jika naik motor, masyarakat harus mencari tempat parkir karena mereka tidak dapat parkir sembarangan. Oleh karenanya motor dianggap tidak praktis, selain  tarifnya yang mahal tergantung wilayah dan musim.
  • Populasi motor Jepang juga sedikit. Hal ini disebabkan pengurusan Surat Izin Mengemudi motor berkapasitas mesin di atas 200cc, sama dengan SIM untuk mobil. Dengan demikian, masyarakat Jepang  lebih memilih memakai mobil dibandingkan naik motor.
  • Cuaca Kurang Mendukung. Negeri Jepang yang memiliki 4 musim ini, cuacanya dianggap kurang mendukung  untuk naik sepeda motor saat beraktivitas sehari-hari. Di saat musim dingin misalnya, suhu bisa mencapai di bawah 10 derajat sehingga kondisinya tidak cocok untuk naik motor.
  • Syarat kepemilikan SIM di Negeri Jepang juga sulit dan mahal. Di Jepang untuk syarat pengajuan aplikasi itu berat  serta biayanya tidak murah. Bahkan pemohon pun rata-rata baru lulus ujian tulis, setelah 3x tes dan lulus ujian praktik setelah 4x tes. Setelah memiliki SIM ini, masyarakat Jepang pun baru boleh membeli mobil atau motor.
  • Terkait masalah keamanan, sepeda motor dianggap sebagai  sarana transportasi yang tidak aman, terutama bila digunakan dalam jarak jauh. Hal ini tak luput dari pertimbangan masyarakat  Jepang umumnya, yang sangat memperhatikan keselamatan saat berkendara.

Nah, itulah alasan mengapa di negeri Jepang sendiri penggunaan motor Jepang termasuk Motor Honda Jepang kurang populer. Tentunya kondisi di Indonesia yang penggunaan fasilitas moda transportasi umum masih belum memadai, dianggap yang menjadi alasan masyarakat Indonesia lebih memilih mengendarai sepeda motor demi kemudahan transportasi. Apalagi pemerintah juga belum membatasi  penggunaan sepeda motor ini, karena akan  dianggap kurang membela rakyat kecil. Oleh karenanya, bisa dimaklumi apabila mobil, angkutan barang, serta sepeda justru merajai jalan-jalan di negeri Jepang, jika dibandingkan dengan Motor Honda Jepang.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
2
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
1
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *