Melihat Cara Cerdas Jepang Menangani Pandemi Covid 19


110
110 points

Saat negara-negara maju seperti Italia, Inggris, dan China memberlakukan lockdown, Jepang termasuk salah satu negara yang tidak mengeluarkan kebijakan tersebut. Meskipun begitu, Jepang terbukti mampu mengatasi masalah penyebaran Covid 19 di negaranya.

Hal tersebut bisa dilihat dari pencabutan status darurat nasional yang diumumkan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada 7 April lalu. Jepang sendiri tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk lanjut usia cukup tinggi serta potensi penyebaran yang signifikan.

Tetapi sejak pencabutan status darurat nasional, negara ini berhasil menurunkan angka penderita secara maksimal. Tercatat ada sekitar 840 kematian akibat  pandemi Covid 19 di negara dengan jumlah penduduk 126 juta itu. Angka tersebut termasuk rendah mengingat Jerman yang jumlah penduduknya lebih sedikit, yaitu 83 juta, mencatat 8.000 kematian.

Prestasi Jepang tentu menjadi sorotan banyak negara maju di dunia, termasuk yang pemerintahnya menerapkan lockdown. Banyak yang ingin tahu bagaimana negara ini berhasil memangkas dampak virus Corona dan mencegah peningkatan angka kematian.

Kebiasaan Baik Warga Jepang

Jauh pandemi Covid 19, warga Jepang memiliki kebiasaan unik yang jarang dilakukan penduduk negara lain. Salah satunya adalah menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari. Sejak dulu, sekitar 60% penduduk di perkotaan selalu menggunakan masker ketika bepergian.

Masker dipakai karena penduduk Jepang tahu dampak buruk polusi bagi kesehatan mereka. Tidak hanya saat bepergian, para penduduk yang sedang flu juga kerap menggunakan masker untuk mencegah penularan saat berinteraksi dengan orang lain. Para pekerja publik pun senantiasa menggunakan masker saat melakukan pelayanan.

Bagi warga Jepang, masker bukanlah hal baru. Di rumah pun setiap warga senantiasa menyediakan masker baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Saat musim dingin, masker juga sering digunakan untuk mencegah tubuh mengalami hipotermia.

Selain menggunakan masker, kebiasaan baik lain yang telah diterapkan masyarakat negeri matahari terbit sejak dulu adalah mencuci tangan dan tidak berjabat tangan saat bertemu atau menyapa orang lain. Sebagai gantinya, orang jepang menundukkan kepala atau membungkukkan badan mereka.

Di Jepang, melihat toilet bersih lengkap dengan sabun cuci tangan dan tisu bukalah hal asing. Pemerintah juga menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di hampir seluruh loket pelayanan publik. Masyarakat pun terbiasa mengantongi tisu kering atau basah agar kegiatan mereka di luar rumah semakin nyaman.

Beberapa kebiasaan baik di atas merupakan salah satu alasan mengapa pemerintah Jepang berhasil memutus rantai penyebaran Corona sehingga meskipun tidak melakukan kebijakan lockdown, angka penyebaran bisa dikontrol.

Pemerintah yang Bijaksana

Bagi pemerintah Jepang, lockdown bukan satu-satunya solusi untuk memerangi pandemi Covid 19. Untuk menurunkan risiko penyebaran, Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan status darurat nasional dan selama masa darurat tersebut penduduk maupun pendatang diwajibkan beraktivitas di rumah saja.

Meskipun tidak semua tempat publik ditutup, tetapi sekolah-sekolah di Jepang telah meliburkan muridnya sejak lama. Pemerintah juga berani menindak tegas setiap pelanggaran terkait social distancing selama status darurat belum dicabut. Selain itu mereka juga berani bertanggung jawab terhadap kondisi ekonomi para warga yang tidak bisa bekerja selama masa darurat.

Hampir setiap rumah dan kepala keluarga di Jepang mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah Jepang sekitar Rp13.000.000 setiap bulannya. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi warga asli tetapi juga pekerja maupun pelajar asing yang telah menetap selama lebih dari 1 tahun di Jepang.

Menarik bukan? Menurut Anda, apakah cara cerdas Jepang menghadapi pandemi Covid 19 bisa diterapkan di Indonesia?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *