Merasakan Hangat dan Romantisnya Suasana Natal di Jepang


113
113 points

Salah satu tips wisata untuk menciptakan pengalaman ke Jepang menjadi sangat berkesan adalah berkunjung di rentang waktu musim semi hingga awal musim panas. Alasannya tak lain adalah karena bunga sakura yang cantik dan sangat beraneka ragam mulai bermekaran dalam periode ini. Tentunya, hanami alias berpiknik di taman sembari menikmati cantiknya bunga nasional Jepang menjadi aktivitas yang tak boleh terlewatkan.

Kendati demikian, berkunjung ke Jepang di musim yang lain pun tak kalah mengasyikkan. Saat natal yang berlangsung di musim dingin misalnya, negara ini tetap cantik dan menarik untuk dijelajahi.  

Agama Kristen memang bukanlah agama mayoritas di Jepang. Namun, suasana natal di Jepang berlangsung riuh dan hangat. Natal menjadi selebrasi tersendiri bagi penduduk Jepang seperti layaknya perayaan hari Valentine. Sehingga alih-alih menjadi sebuah perayaan yang religius, Natal lebih lazim dirayakan sebagai bagian dari budaya yang konon telah ada sejak tahun 1500-an.

Jadi, bagaimana ciri khas suasana Natal di Jepang yang bahkan hanya sekitar satu persen saja penduduk beragama Kristennya?

Malam Natal yang Romantis

Sesungguhnya, bukan hari Natal yang ditunggu oleh kebanyakan orang Jepang terutama yang tak merayakannya sebagai peringatan agama, melainkan malam Natal. Hari raya yang identik dengan pohon cemara dan Sinterklas ini pun bahkan tak termasuk dalam hari libur di Jepang.

Namun, malam Natal memiliki atmosfer yang berbeda. Malam Natal adalah malam yang sangat romantis di Jepang dan sering disebut sebagai Valentine versi Jepang. Pasangan—terutama muda-mudi—akan bertukar kado, berkencan, hingga mereservasi tempat khusus untuk menyantap makan malam yang mesra.

Bicara soal kado dan pasangan, tradisi bertukar hadiah saat malam Natal hanya dilakukan oleh pasangan. Sementara untuk saling memberi kado dengan keluarga, teman, atau rekan kerja adalah tradisi yang dilakukan saat selebrasi tahun baru.

Hangat Bersama Teman dan Keluarga

Banyak yang menganggap bahwa malam natal adalah malam yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan. Dengan kata lain, malam Natal bukanlah waktu yang baik dan dinanti-nantikan oleh mereka yang jomblo.

Namun, suasana Natal di Jepang tetaplah hangat bagi mereka yang masih sendiri. Mereka dapat merayakan malam Natal bersama dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menyantap dua makanan yang menjadi ikon Natal di Jepang: Japanese strawberry cheesecake dan ayam goreng KFC.

Riuh Berburu di Pasar Natal

Mengadopsi pasar malam untuk merayakan Natal yang menjadi tradisi di Jerman, Jepang juga menghadirkan pasar Natal. Pasar-pasar Natal yang ada mulai dari Hokkaido hingga Kyushu pun didesain dengan langgam Eropa Jerman yang kental.

Ada banyak hal menarik yang akan pengunjung temui selagi berada di pasar Natal. Kios-kios yang mengisi pasar Natal menawarkan banyak produk, mulai dari ornamen cantik untuk memeriahkan dekorasi Natal hingga makanan dan minuman seperti sari buah, cokelat, aneka hidangan khas Jerman, sampai bir sekalipun.

Bersenang-Senang di Parade

Setiap tahunnya, Tokyo Disneyland menyelenggarakan sebuah parade khusus untuk menyambut Natal. Jangka waktunya pun berlangsung cukup lama, yakni hampir sekitar dua bulan.

Seperti yang dapat dibayangkan, suasana natal di Jepang dalam jenis perayaan ini pun akan penuh keceriaan. Tak hanya pasangan, pengunjung keluarga juga banyak memenuhi taman rekreasi yang dibangun oleh Walt Disney Imagineering ini. Mereka akan diajak untuk menikmati parade tokoh-tokoh Disney yang diceritakan tengah menikmati Natal berikut beragam program pertunjukan dengan tema Natal lainnya yang tak kalah seru.

Nah, itulah beberapa gambaran tentang suasana Natal di Jepang. Menarik, bukan?

Namun yang tak kalah menarik, salah satu tips untuk traveling ke Jepang murah adalah dengan berkunjung di musim dingin. Harga berbagai tiket akomodasi biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih murah pada periode ini. Dengan adanya kombinasi wisata ke Jepang dengan lebih murah dan suasana Natal di Jepang yang tak kalah cantik saat musim semi, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja, bukan?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *