Seperti Apa Kondisi Wisata Jepang Pasca Wabah Corona?


108
108 points

Penyebaran virus corona menggemparkan seluruh dunia. Virus ini tak hanya mewabah di Wuhan di Tiongkok, tetapi juga negara-negara lain. Sebut saja Mesir, Malaysia, Vietnam, Taiwan, Amerika Serikat, Inggris, dan tak terkecuali Jepang. Jepang saat ini tercatat menjadi negara kedua dengan kasus virus corona terbanyak setelah Tiongkok. Lebih dari 700 kasus yang terjadi, termasuk 634 orang yang terjangkit virus corona di kapal pesiar Diamond Princess.

Lalu, bagaimana kondisi wisata Jepang pascawabah corona? Apakah negara tersebut tetap aman untuk dikunjungi? Simak info selengkapnya di bawah ini.

Wisata Jepang Pascawabah Corona Terdampak

Pariwisata di Jepang menjadi salah satu yang terpengaruh oleh virus corona. Pada bulan Januari lalu, Tiongkok harus membatalkan sekitar 20.000 tur wisata ke Jepang hingga tanggal 10 Februari 2020. Salah satu agen perjalanan di Tokyo bernama Kamome turut merasakan imbas dari virus corona.

Seperti yang diberitakan di CNN, Jepang sudah menerima 9,6 juta wisatawan asal Tiongkok pada tahun 2019. Angka sebanyak itu sama dengan sepertiga dari seluruh turis mancanegara. Tak hanya berdampak pada pariwisata, ekonomi di Jepang ikut terpengaruh oleh virus corona.

Dilansir dari Kumparan, Shiho Himuro sebagai juru bicara JNTO atau Organisasi Pariwisata Nasional Jepang mengatakan, “kami prihatin dengan penurunan turis dari Tiongkok yang berlibur ke Jepang. Namun, kami belum bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini berlangsung. Itu karena kami mengikuti kebijakan dari pemerintah Tiongkok.”

Untuk jasa tur di Jepang lainnya, masih banyak yang berangkat sesuai dengan jadwal. Tak ada keringanan pembatalan atau kompensasi untuk virus corona dari pihak agen perjalanan. Hal ini karena memang virus tidak mewabah seperti di Wuhan dan masyarakat Jepang sudah terbiasa memakai masker saat keluar rumah. Kecemasan masyarakat akan virus corona pun dapat diminimalisasi.

Langkah Pemerintah Jepang terkait Virus Corona

Pemerintah Jepang mengambil langkah khusus dalam menghadapi virus corona demi keamanan masyarakat. Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang, mengatakan bahwa pemerintah akan melarang orang-orang yang terjangkit virus ini masuk ke Jepang. Larangan tersebut berlaku untuk WNA yang sempat berkunjung ke Provinsi Hubei di Tiongkok dalam waktu 2 minggu sebelum datang ke Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe juga menyatakan bahwa otoritas Jepang akan segera mempelajari cara-cara mengontrol imigrasi terkait kasus yang dicurigai, tetapi belum terkonfirmasi. Sementara itu, Kementerian Jepang menaikkan level imbauan perjalanan atau travel advisory menjadi level 2 untuk Tiongkok. Langkah ini berlaku bagi masyarakat Jepang demi mencegah persebaran wabah virus.

Pidato dari Duta Besar Masafumi Ishii tentang Virus Corona di Jepang

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, memberikan sambutan dalam rangka perayaan ulang tahun Kaisar Jepang pada tanggal 18 Februari 2020 di Hotel Mulia, Jakarta. Masafumi menyatakan bahwa kondisi Jepang sekarang masih terkendali dari ancaman coronavirus. Meskipun begitu, dirinya tidak menampik bahwa persebaran virus tak dapat dihentikan secara menyeluruh.

Dikutip dari Kumparan, Masafumi mengatakan, “situasi di Jepang masih terkendali. Anda tak dapat menghentikan penyebaran virus seratus persen.”

Namun, Masafumi tetap meyakinkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir jika ingin bepergian ke Jepang. Ia berkata, “jadi, jangan khawatir pergi ke Jepang.”

Sekian penjelasan seputar kondisi wisata Jepang pascawabah corona. Semoga dengan informasi di atas, kamu jadi lebih waspada sebelum berangkat wisata ke Negeri Sakura. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan gunakan produk-produk pelindung untuk menghindari penjangkitan virus corona, ya! Selamat menikmati liburan!


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
2
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *