Sering Kita Dengar Namanya, Ini Dia Arti Tsunami Sebenarnya


116
116 points

Pada tahun 2018, Indonesia tengah berduka karena dilanda tsunami di beberapa wilayah, yaitu Palu dan Selat Sunda. Kejadian-kejadian tersebut telah melahap ribuan korban jiwa dan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebagai bencana alam besar dan mengerikan, tsunami memang perlu diwaspadai, terutama bagi daerah-daerah rawan seperti Indonesia.

Apa arti tsunami sebenarnya, fakta-fakta di baliknya, dan bagaimana cara menghadapinya? Inilah ulasan singkatnya yang wajib kamu cermati.

Apakah Arti Tsunami Sebenarnya?

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang. Terdiri dari tsu yang artinya pelabuhan dan nami yang berarti ombak atau gelombang. Secara harfiah, tsunami bisa diartikan gelombang besar di pelabuhan. Tsunami merupakan bencana alam berupa gelombang air laut pasang yang disebabkan oleh gangguan pada dasar laut, misalnya gempa bumi.

Istilah tsunami diperkirakan bersumber dari para nelayan di Jepang ketika fenomena gelombang pasang yang menghantam bangunan dan kapal-kapal di pelabuhan hingga rusak. Tsunami berbeda dengan gelombang pasang yang disebabkan oleh gravitasi matahari dan bulan. Meskipun tsunami tidak hanya terjadi di pelabuhan, istilah ini disetujui oleh para pakar.

Pada awalnya, istilah tsunami hanya dikenal di Jepang karena di sana sering terjadi tsunami dalam intensitas cukup tinggi. Apalagi Jepang yang terletak di titik rawan, yaitu tiga lempeng tektonik yang dapat bergesekan kapan saja. Butuh waktu lebih dari satu abad sampai istilah ini dikenal luas, yaitu saat Tsunami Samudra Hindia yang juga melanda Aceh pada tahun 2004. Istilah tersebut kini sudah dikenal secara global untuk menamai ombak pasang yang tidak wajar dan bersifat merusak.

Fakta-Fakta tentang Tsunami

Tsunami bukanlah gelombang tunggal, melainkan gelombang air laut yang terjadi secara beruntun. Bahkan, untuk kasus tsunami besar, gelombang pertama tidak selalu yang paling besar. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang kekuatannya cukup besar dan berada di kedalaman air yang memadai. Selain gempa bumi, tsunami juga dapat disebabkan oleh tanah longsor, letusan gunung berapi, dampak meteorit, atau ledakan nuklir di bawah laut.

Tsunami paling sering terjadi di Samudra Pasifik, yaitu sekitar 80 persen. Samudra Pasifik memiliki zona imajiner yang disebut Cincin Api Pasifik. Zona ini memiliki sebagian besar gunung berapi di dunia dan rentan terhadap gempa bumi. Secara alami, pantai memiliki pemecah gelombang tsunami sehingga tidak menimbulkan dampak yang terlalu besar. Muara, karang, dan teluk adalah contoh lain dari peredam alami tsunami.

Bagaimana Menghadapi Bencana Tsunami?

Kamu perlu mengenali tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya diawali dengan gempa bumi berkekuatan 6,5 SR ke atas. Air laut akan surut dan di daerah pantai akan tercium aroma garam yang menyengat. Ketahui jalur evakuasi ke lokasi yang aman untuk berlindung dari tsunami, misalnya gedung-gedung tiga lantai dengan konstruksi kuat.

Ketika tsunami terjadi, jangan panik dan segera menuju jalur evakuasi yang kamu ketahui. Ingat bahwa ketinggian gelombang tsunami dapat mencapai hingga 24 meter. Jika kamu yakin dengan tanda-tanda yang telah ditemui, peringatkan semua orang sebisa mungkin untuk menyelamatkan diri. Apabila terbawa arus, berpeganganlah pada benda-benda terapung seperti batang pohon atau rakit.

Itulah arti tsunami sebenarnya dan fakta-fakta penting terkait yang perlu kamu ketahui. Gelombang air laut yang besar ini memang mengerikan dan dapat merenggut banyak korban jiwa serta harta. Apabila kamu tinggal di daerah yang dekat dengan pesisir dan mengetahui tanda-tanda akan terjadinya tsunami, segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman ya!


What's Your Reaction?

hate hate
1
hate
confused confused
0
confused
fail fail
1
fail
fun fun
2
fun
geeky geeky
2
geeky
love love
0
love
lol lol
1
lol
omg omg
4
omg
win win
2
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *