Suasana Ramadhan di Jepang Saat Pandemi Covid 19


106
106 points

Jepang termasuk salah satu negara dengan angka penganut agama Islam rendah di Asia Timur. Kebanyakan Muslim Jepang adalah para pendatang atau pekerja asing yang berasal dari Timur Tengah. Jadi jangan heran apabila memasuki Bulan Ramadhan, suasana khas yang biasa kita rasakan di Indonesia tidak terasa di negara ini.

Meskipun begitu, bukan berarti Ramadhan di Jepang kurang “meriah.” Beberapa masjid dan Islamic Centre di sana kerap mengadakan event serta perayaan untuk memeriahkan Ramadhan. Termasuk salah satunya acara buka puasa bersama di tempat ibadah umat Islam terbesar di Jepang, Masjid Tokyo Camii.

Sayangnya, Ramadhan tahun 2020 di Jepang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan pemerintah tentang memindahkan semua kegiatan di rumah saja membuat Masjid dan Islamic Centre di Jepang cenderung sepi. Di Jepang sendiri, Ramadhan kali ini jatuh pada musim panas. Sehingga Muslim di negara tersebut harus berpuasa selama 16 jam.

Meskipun Jepang termasuk salah satu negara yang tidak melakukan lockdown, pembatasan jumlah orang berkumpul dan kebijakan penutupan tempat umum membuat para Muslim melaksanakan ibadah mereka di rumah.

Bagi yang serumah dengan sesama Muslim, mungkin sepinya Ramadhan di Jepang saat pandemi Covid 19 tidak begitu terasa. Tapi bagi yang tinggal sendirian dan jauh dari kampung halaman, harus menghabiskan Ramadhan di negara orang tanpa bisa keluar rumah tentu menjadi pengalaman tersendiri.

Ramadhan di Jepang Pada Masa Pandemi

Seperti tahun-tahun sebelumnya, awal Bulan Ramadhan ditentukan melalui diskusi yang diwakili oleh beberapa komunitas Muslim di Jepang. Karena pada masa pandemi Covid 19 perkumpulan dalam jumlah besar dilarang, diskusi dilakukan melalui teleconference serta diikuti sekitar 100 orang perwakilan komunitas.

Hasil diskusi tersebut menunjukkan bahwa awal mula Ramadhan tidak bisa ditentukan karena awan menutupi hilal (tanda dimulainya bulan baru). Akhirnya para perwakilan memutuskan awal Ramadhan jatuh pada Hari Jumat, 24 Mei 2020 mengikuti awal Ramadhan di Malaysia, negara mayoritas Muslim terdekat dengan Jepang.

Jika di beberapa negara Muslim masjid masih dibuka untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah, komunitas Muslim di Jepang berusaha mendukung program pemerintah secara maksimal. Sebagian masjid dan tempat ibadah ditutup. Kegiatan berbuka bersama yang biasanya dilakukan pun ditiadakan.

Sebagai gantinya, beberapa komunitas mengadakan kegiatan berbagi makanan sahur dan berbuka bagi para pendatang atau pekerja asing Muslim yang terpaksa bekerja dari rumah. Selain itu, mereka juga masih melakukan kegiatan tadarus online, sebagai pengisi waktu luang mengingat waktu puasa tahun 2020 cukup panjang setiap harinya.

Sebagai Muslim yang tinggal di Indonesia dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia sudah seharusnya kita bersyukur. Karena meskipun harus melaksanakan ibadah puasa Ramadhan saat pandemi Covid 19, suasana khas bulan suci masih bisa kita rasakan.

Selain itu kita juga masih bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Meskipun beberapa harus menghabiskan Ramadhan di luar kota dan jauh dari kampung halaman, tapi setidaknya Muslim Indonesia hanya harus berpuasa selama 12 jam dan dikelilingi dengan orang-orang yang juga melaksanakan ibadah puasa.

Ramadhan tahun ini memang unik. Karena hampir seluruh negara di dunia terkena dampak pandemi Covid 19 yang cukup mengkhawatirkan. Tapi satu hal yang bisa disyukuri, setidaknya suasana Ramadhan tahun ini bisa menjadi salah satu kenangan berharga karena dilalui saat semua orang berusaha melawan wabah virus Corona.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
3
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *