Ingin Awet Muda dan Panjang Umur? Yuk, Praktikkan Gaya Hidup Sehat Orang Jepang


138
138 points

Ada banyak lansia di Jepang yang masih dapat beraktivitas dengan baik. Praktik gaya hidup sehat orang Jepang adalah salah satu rahasia yang wajib ditiru.

Apa saja hal yang bisa kita lakukan supaya panjang umur? Banyak orang mengupayakan berbagai cara supaya dapat hidup lebih lama, tentu saja dalam kondisi yang baik dan sejahtera. Namun, di tengah gempuran gaya hidup yang semakin tidak sehat, tak heran jika keinginan ini sulit untuk diwujudkan.

Masalah ini ternyata sudah bisa diatasi di Jepang. Berkat praktik gaya hidup sehat orang Jepang, jumlah lansia (lanjut usia) yang berusia di atas 90 tahun pada akhir 2017 lalu mencapai 2 juta orang. Bahkan, lansia yang berumur di atas 65 tahun berjumlah 35,14 juta orang, yaitu sekitar 27,7% dari  seluruh populasi masyarakat di Jepang.

Rahasia Orang Jepang

Apa rahasia awet muda dan panjang umur orang Jepang? Ada banyak kebiasaan baik yang dibangun sejak kecil di tengah keluarga di Jepang. Kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari, bahkan telah menjadi gaya hidup. Dampaknya, harapan hidup tiap generasi menjadi lebih panjang.

  1. Minum Teh Hijau

Salah satu tradisi yang terkenal di Jepang adalah upacara minum teh. Tradisi ini telah dimulai sejak zaman Heian. Kala itu, seorang pendeta Buddha bernama Eichu membawa minuman seduh ini ketika mengunjungi Provinsi Omi dan membuat Kaisar Saga terkesan.

Selanjutnya, pada zaman Kamakura, dua pendeta lain dari Tiongkok menyebarkan ajaran Zen di Jepang seraya memperkenalkan teh matcha sebagai obat. Sejak itu, teh mulai banyak ditanam dan kebiasaan minum teh semakin populer.

Ritual minum teh di Jepang merupakan sebuah seni yang sangat unik. Bahkan, ada etika khusus dan tata krama yang harus diketahui oleh tamu ketika mengikuti upacara ini. Tuan rumah yang mengadakan upacara juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan suasana yang menyenangkan.

Dibandingkan dengan China, variasi teh di Jepang sangat terbatas. Jepang hanya memproduksi teh hijau (green tea) dan beberapa jenisnya. Hal ini karena pemerintah telah membuat standarisasi dalam penanaman teh sejak 50 tahun lalu. Tak heran apabila teh hitam sangat jarang dijumpai dan disajikan.

Ada 4 jenis teh hijau yang dibudidayakan di Jepang, yaitu Gyokuro, Sencha, Matcha, dan Bancha atau Genmaicha. ‘Cha’ dalam bahasa Indonesia berarti ‘teh’. Di antaranya, teh yang paling mahal dan berkualitas adalah Gyokuro.

Ada banyak manfaat minum teh hijau. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, teh hijau dapat menjadi antioksidan, mencegah kanker, menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menurunkan berat badan. Menurut survei, masyarakat Jepang yang mengonsumsi 5 gelas teh hijau setiap hari dapat mengurangi angka kematian hingga 26%.

Pola Makan Sehat

Kebiasaan orang Jepang lainnya yang dapat menambah harapan hidup adalah selalu menjaga pola makan dan mengonsumsi menu yang seimbang. Masyarakat Jepang menyertakan karbohidrat, sayur-sayuran dan buah-buahan serta ikan dan daging dalam porsi yang seimbang di tiap sajian makanan.

Bahkan, pemerintah Jepang merekomendasikan panduan penyajian makanan untuk satu hari. Dalam panduan ini, komposisi makanan diatur sedemikian rupa. Sekitar satu dekade lalu, para peneliti di National Centre for Global Health and Medicine di Tokyo melakukan investigasi terhadap bagaimana panduan ini berpengaruh dalam mengurangi angka kematian.

Penelitian tersebut melibatkan 36.624 pria dan 42.920 wanita berusia 45-75 tahun yang tidak memiliki riwayat kanker, stroke, penyakit jantung, dan penyakit liver kronis. Hasilnya, para partisipan yang benar-benar mengikuti panduan makanan selama 15 tahun terakhir memiliki angka kematian 15% lebih rendah. Selain itu, pola makan seperti ini juga dapat mencegah penyakit cerebrovascular.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi makanan yang seimbang, yaitu menu karbohidrat, kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, daging, ikan, telur, produk susu, dan sebagainya dapat menambah harapan hidup dan mengurangi risiko kematian karena penyakit kardiovaskular. Secara khusus, buah-buahan dan sayur-sayuran bermanfaat bagi kesehatan mental.

Orang Jepang juga sangat gemar mengonsumsi ikan. Konsumsi ikan dapat mengurangi risiko kematian karena penyakit jantung hingga 36%. Selain itu, asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam ikan juga dapat menambah harapan hidup hingga 2,2 tahun lebih lama. Manfaat lainnya adalah dapat menyeimbangkan mood dan mencegah beberapa jenis kanker.

Berjalan Kaki

Seorang ilmuwan di St. Luke’s Mid America Heart Institute, James DiNicolantonio, mengatakan bahwa rahasia kehidupan orang Jepang adalah pola makan yang sehat sekaligus aktivitas fisik.

Bagi masyarakat Jepang, salah satu aktivitas fisik sederhana yang telah menjadi kebiasaan sehari-hari adalah berjalan kaki. Dibandingkan mengendarai kendaraan sendiri, warga lebih memilih untuk berjalan kaki menuju tempat kerja, sekolah, atau lokasi tujuan lainnya. Selain didukung oleh transportasi umum yang memadai, tata kota yang apik, dan udara yang masih bersih, hal ini juga didasari oleh niat untuk sehat.

Kebiasaan ini telah diterapkan sejak kecil, bahkan pada anak-anak di Jepang yang sudah mulai bersekolah. Mereka dibiasakan untuk berjalan kaki tanpa diantar oleh mobil atau ditemani orang tua. Supaya aman, pihak sekolah dan orang tua bekerja sama, baik dengan menentukan jalur yang akan dilalui anak hingga menyediakan alarm di tas sekolahnya.

Selain berjalan kaki, untuk menuju suatu tempat, warga Jepang juga senang menggunakan sepeda. Dengan alat transportasi ini, tujuan lebih cepat dicapai dan tubuh pun menjadi lebih sehat karena dituntut untuk beraktivitas.

Nah, ketika berjalan kaki, ada beberapa aturan dan etika yang harus diketahui oleh pengguna jalan. Salah satunya, selalu menyeberang pada jalur yang telah ditentukan. Pengguna jalan tidak boleh sembarangan melintasi jalan apabila lampu penyeberangan belum menyala. Sebaliknya, mobil yang sedang melaju akan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki jika lampu penyeberangan menyala.

Etika lainnya adalah selalu berdiri di salah satu sisi jika menggunakan eskalator. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang ingin tetap berjalan atau berlari karena mengejar waktu.

Ada banyak manfaat yang dapat dinikmati jika rutin berjalan kaki setiap hari, antara lain membuat mood menjadi lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki akan mengubah sistem saraf sehingga mengurangi rasa ingin marah. Berjalan kaki juga dapat mendorong ide menjadi lebih kreatif, menurunkan berat badan, dan membuat saluran pencernaan lebih baik.

Selain itu, aktivitas fisik ini dapat menurunkan kadar gula darah. Apabila rutin berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, risiko terkena penyakit jantung akan lebih rendah. Kegiatan ini membuat harapan hidup menjadi lebih tinggi.

Forest Bathing

Forest bathing telah menjadi program kesehatan di Jepang sejak 1982. Ini adalah sebuah aktivitas untuk menyempatkan diri bersantai di antara pepohonan. Praktik ini dibuktikan dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, mengurangi produksi hormon stres, meningkatkan sistem imunitas, dan menciptakan perasaan nyaman.

Apa yang dilakukan saat forest bathing? Cukup dengan berdiri atau berjalan sedikit. Intinya adalah berada di lingkungan yang asri dan sejuk dengan relaks tanpa harus mencapai sebuah target.

Selama beberapa tahun, Jepang menghabiskan sejumlah dana untuk meneliti dampak psikologis dan fisiologis dari kegiatan ini. Qing Li, seorang profesor di Nippon Medical School di Tokyo mengukur aktivitas sel natural killer (NK) manusia di dalam sistem imun sebelum dan setelah melakukan forest bathing.

Ternyata, sel-sel ini memberikan respons yang lebih cepat terhadap sel yang terinfeksi dan merespons formasi tumor. Sel ini membantu sistem imun dan berguna dalam pencegahan kanker. Melalui penelitiannya, Qing Li menemukan bahwa setelah melakukan forest bathing selama sebulan, ada efek positif yang dirasakan.

Penelitian lain juga diadakan oleh Center for Environtment, Health and Field Sciences in Japan di Chiba University. Penelitian ini dilakukan terhadap 280 orang berusia 20 tahun untuk mengukur efek fisiologisnya. Tim mengukur tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, dan jumlah kortisol di ludah (yang akan bertambah jika tubuh mengalami stres), selama subjek berada di kota sepanjang hari dan di hutan selama 30 menit.

Hasilnya, lingkungan hutan dapat membantu menurunkan konsentrasi kortisol, denyut nadi, dan tekanan darah. Ini berarti, kegiatan forest bathing memang sangat penting dilakukan demi mendapatkan tubuh yang sehat dan usia yang lebih panjang. Selain itu, lingkungan hutan yang segar akan membuat pikiran menjadi lebih relaks.

Berendam di Onsen

Tradisi lain yang sangat penting bagi masyarakat Jepang adalah berendam di onsen. Sebenarnya, onsen adalah tempat permandian umum di Jepang yang dilengkapi dengan sumber air panas alami. Budaya mandi di onsen telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Jepang. 

Ada hingga 3.000 onsen resort yang tersebar di seluruh wilayah Jepang. Sumber air panas di Jepang pun sangat banyak. Itulah sebabnya budaya ini sangat lekat bagi masyarakat lokal. Berendam di onsen diyakini dapat menciptakan rasa nyaman terhadap pikiran dan tubuh. Masyarakat Jepang umumnya datang ke onsen sekali dalam seminggu.

Onsen bermula dari kebiasaan masyarakat yang senang mengunjungi sumber air panas alami. Pria dan wanita, muda dan tua, senang menikmati waktu bersama di tengah suasana alam sambil membersihkan diri dengan air panas alami. Hasilnya, kulit menjadi lebih bersih dan rasa sakit atau nyeri dapat berkurang.

Perlu diketahui, 90% penyakit dan penuaan disebabkan oleh radikal bebas. Sumber radikal bebas ini adalah sinar ultraviolet, radiasi, pestisida, asap kendaraan, bahan tambahan pada makanan, asap rokok, dan stres. Radikal bebas menciptakan karat atau bersifat merusak. Apabila salah satu membran sel mengalami hal ini, DNA bisa rusak dan menjadi kanker.

Berendam di onsen adalah salah satu cara untuk melakukan restoration. Jadi, bukan hanya untuk mencegah penuaan, tetapi juga melakukan perbaikan terhadap sel-sel yang mengalami kerusakan karena radikal bebas. Itulah sebabnya sumber air panas ini disebut “the waters of youth”. Tubuh dapat menjadi lebih muda dan sehat berkat kandungan-kandungan alami yang terdapat di dalam air.

Makanan Fermentasi

Salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Jepang adalah makanan fermentasi, seperti suguki, acara lobak, dan miso. Penelitian menunjukkan bahwa sayuran fermentasi merupakan sumber bakteri asam laktat yang paling berguna bagi kesehatan usus.

Mengonsumsi makanan fermentasi adalah salah satu gaya hidup orang Jepang yang patut ditiru. Makanan fermentasi yang paling populer di Jepang adalah natto. Makanan ini terbuat dari kedelai kukus yang difermentasikan. Tiap tahun, 110.000 ton kacang kedelai diolah menjadi 220.000 ton natto.

Pada zaman dahulu, masyarakat Jepang menggunakan berkas-berkas jerami untuk membuat natto. Jerami ini diisi dengan kacang kedelai kukus, kemudian disimpan di tempat hangat serta lembap. Bacillus natto, bakteri yang hidup di dalam jerami, akan melakukan fermentasi terhadap kacang kedelai tersebut. Dalam proses ini, protein dan glusida terurai dan menghasilkan lendir khas natto.

Saat ini, natto tidak lagi diproduksi dengan cara demikian. Natto telah diproduksi di pabrik-pabrik dengan menyemprotkan Bacillus natto pada kacang kedelai. Setelah itu, kacang dimasukkan ke wadah-wadah kecil. Dengan suhu dan tingkat kelembapan yang tepat, natto akan mengalami fermentasi.

Meskipun aromanya terasa menjijikkan bagi sebagian orang, kacang fermentasi ini sangat bergizi. Berbagai zat penting dihasilkan dalam proses tersebut, antara lain vitamin B2 dan K serta mineral berupa zat besi, kalium, dan kalsium. Ada pula beberapa enzim yang bermanfaat bagi pencernaan.

Proses fermentasi yang benar akan menghasilkan natto yang tahan lama. Supaya lebih awet, natto dapat sebaiknya disimpan di lemari es dan digunakan dalam waktu seminggu supaya rasanya tidak berubah. Jika terlalu lama, kacang kedelai akan larut seluruhnya dan menimbulkan bau seperti amonia.

 Beberapa manfaat natto bagi kesehatan adalah dapat mengurangi peradangan dan memperkuat kekebalan tubuh. Penderita rheumatoid arthritis sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ini. Karena kandungannya, natto juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Karena bebas gula, makanan ini cocok bagi orang yang bermasalah dengan kadar gula darah.

Mengonsumsi Rumput Laut

Rumput laut adalah rahasia lain yang dimiliki oleh orang Jepang supaya dapat lebih awet muda dan panjang umur. Bahan makanan ini diolah menjadi nori, yaitu rumput laut yang dikeringkan dan digunakan sebagai pelengkap dalam sajian sushi dan makanan lain. Keberadaan nori dalam makanan dapat membuat rasa menjadi lebih sedap.

Selain itu, rumput laut juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Rumput laut mengandung banyak serat, asam amino esensial, berbagai vitamin, dan lemak omega-3. Itulah sebabnya, mengonsumsi rumput laut dapat mencegah berbagai penyakit kronis. Vitamin B12 dalam makanan ini juga dapat mengobati sindrom kelelahan akut, efek penuaan, dan anemia.

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa 100 gram rumput laut mengandung vitamin yang cukup untuk kebutuhan satu hari. Ada sejumlah mineral yang juga terdapat dalam rumput laut, yaitu kalsium, kalium, natrium, dan magnesium. Menariknya lagi, rumput laut memiliki beberapa zat anti kanker, dapat mencegah infeksi, pembekuan, dan inflamasi.

Bagi seorang vegetarian, rumput laut merupakan asupan yang sangat penting. Selain nori, ada pula bentuk rumput laut lain, yaitu kombu. Ini adalah produk rumput laut yang berupa lembaran panjang dan seperti rumput laut asli. Ada wakame yang tampak seperti kombu, tetapi dengan tekstur yang lebih lembut dan rasa lebih lezat. Wakame mengandung antioksidan dan asam folat sehingga cocok bagi ibu hamil dan menyusui.

Jenis rumput laut lainnya adalah hijiki, bentuknya kering seperti teh. Hijiki dapat dimasak langsung dengan nasi dan membuat rasanya lebih gurih. Mozuku adalah rumput laut yang rendah kalori, tetapi tinggi mineral sehingga sangat baik bagi kesehatan darah.

Nah, demikian beberapa rahasia yang membuat orang Jepang dapat hidup lebih lama. Gaya hidup seperti ini patut ditiru jika Anda juga ingin menikmati kesehatan, awet muda, dan berumur panjang.


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
1
fun
geeky geeky
1
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format