Kupas Tuntas Soal Weeaboo


82
82 points

Istilah otaku kerap disematkan pada penggemar manga serta anime Jepang yang berada dalam tingkat ekstrem. Namun, sejak tahun 2000-an, kamu akan mendapati istilah lain yang sering muncul di dunia maya. Istilah tersebut adalah weeaboo atau yang kerap disingkat dengan wibu. Bahkan, tak jarang kalau wibu digunakan sebagai bentuk olokan, seperti ketika mengatakan, “Ah, wibu loe!”.

Meski penggunaan istilah otaku serta weeaboo begitu banyak ditemui di kalangan netizen, termasuk warganet +62, tetapi banyak yang tidak mengerti arti sebenarnya dari wibu. Bahkan, banyak orang yang kerap menganggap wibu tak ubahnya seperti otaku. Tidak heran kalau sebutan wibu kerap disematkan pada orang-orang yang menyukai film anime serta manga jepang. Namun, apakah arti sebenarnya memang seperti itu?

Weeaboo Sudah Ada Sejak Abad ke 18

Istilah Weeaboo memang baru muncul pada tahun 2000-an. Istilah ini sebenarnya memiliki arti yang positif, sehingga tidak cocok kalau dijadikan sebagai bahan olok-olokan. Sebutan weeaboo merujuk pada orang yang memiliki kecintaan besar terhadap sejarah, budaya, ataupun orang Jepang. Jadi, bisa dibilang kalau weeaboo punya makna yang lebih luas kalau dibandingkan dengan otaku.

Sebelum kemunculan istilah weeaboo, sebenarnya ada istilah lain dengan makna serupa yang telah ada sejak abad ke 18. Istilah tersebut adalah japanophilia atau juga disebut shinnichi. Istilah ini kemudian mengalami perubahan seiring dengan perkembangan pop culture Jepang pada awal tahun 2000-an. Keberadaan istilah japanophilia diganti dengan wapanese yang berasal dari kata white japanese atau wannabe japanese.

Selanjutnya, terjadi pergeseran penggunaan kata wapanese menjadi weeaboo. Istilah ini diciptakan oleh Nicholas Gurewitch dalam komik Perry Bibble Fellowship dan tidak memiliki makna apapun. Selanjutnya, istilah ini digunakan forum 4chan untuk menggantikan istilah wapanese yang kerap digunakan sebagai bahan olokan. Fenomena penggunaan kata weeaboo tersebut terus berlangsung sampai sekarang.

Apakah Kamu Termasuk Seorang Weeaboo? Yuk, Kenali Ciri-Cirinya!

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah bisa mengenal lebih dalam mengenai istilah weeaboo. Selanjutnya, kamu juga perlu mengetahui indikator yang bisa dijadikan patokan mengenai siapa saja yang bisa disebutkan sebagai seorang weeaboo. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengetahui ciri-ciri weeaboo sebagai berikut:

Memiliki kecintaan besar terhadap budaya Jepang

Ciri pertama yang bisa kamu temukan pada seorang weeaboo dapat dilihat pada cara pandangnya terhadap negara Jepang. Seorang wibu biasanya menganggap budaya Jepang lebih superior dibandingkan budaya negara aslinya.

Terobsesi dengan manga, anime, serta pop culture Jepang

Ciri kedua seorang wibu juga bisa diketahui dari ketertarikan yang berlebihan terhadap pop culture Jepang. Ciri inilah yang kerap membuat banyak orang menganggap bahwa wibu sama dengan otaku. Padahal, otaku sebenarnya tidak berpatokan pada pop culture Jepang, melainkan pada hobi tertentu.

Terbiasa menggunakan kata-kata bahasa Jepang dalam percakapan sehari-hari

Selanjutnya, ciri seorang wibu juga bisa kamu ketahui dari perilaku yang diperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat awam, seorang wibu bakal terlihat aneh. Apalagi, ketika bercakap-cakap dengan wibu, kamu akan mendapati mereka kerap menggunakan istilah dalam bahasa Jepang, seperti gomenasai, konichiwa, eto, arigatou, ohayo, dan sebagainya.

Karena anggapan sebagai orang yang aneh itu, tidak heran kalau wibu kerap kesulitan dalam melakukan interaksi sosial. Mereka sering menutup diri dari masyarakat di sekitarnya. Sebagai gantinya, para wibu biasa berkumpul ketika terdapat kegiatan berbau jejepangan, seperti cosplay ataupun festival Jepang. Nah, itulah penjelasan yang lengkap mengenai seorang weeaboo. Apakah kamu termasuk seorang weeaboo?


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
3
love
lol lol
4
lol
omg omg
0
omg
win win
5
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *