Orang Jepang Kenapa Lebih Suka Tidur di Lantai?


106
106 points

Kamu dan sebagian besar orang di berbagai penjuru dunia tentu setuju kalau kasur empuk adalah pilihan tempat tidur paling nyaman. Namun, pernyataan serupa bakal tidak akan kamu dapatkan ketika menanyakannya kepada orang-orang Jepang. Bahkan, mayoritas masyarakat Jepang tidak memiliki kasur di dalam rumah. Sebagai gantinya, mereka memiliki kecenderungan lebih suka tidur di atas lantai, menggunakan futon—semacam kasur lipat yang disertai selimut.

Kebiasaan tidur di lantai ini memang dilakukan oleh hampir sebagian besar masyarakat Jepang, baik orang kaya ataupun orang biasa. Tidak hanya tidur, mereka juga punya kebiasaan untuk duduk di atas lantai. Oleh karena itu, ketika berkunjung ke rumah milik orang Jepang, kamu akan tidak akan menemukan perabot yang minim. Lalu, kenapa orang Jepang suka dengan kebiasaan tidur di lantai? Ada 5 alasan utama yang bisa kamu dapatkan, yakni:

1. Budaya turun-temurun

Masyarakat Jepang terkenal sebagai pribadi yang mencintai budaya warisan leluhur. Tidur di atas lantai, merupakan salah satu warisan leluhur yang telah ada sejak abad ke-13. Apalagi, di masa lalu Jepang memiliki kebijakan yang ketat terhadap kedatangan budaya dari negara-negara Eropa. Oleh karena itu, tradisi tidur di atas lantai hingga saat ini masih disukai oleh orang-orang Jepang.

2. Nyaman

Orang Jepang tidak tidur secara langsung di atas lantai, melainkan menggunakan tatami–matras tradisional Jepang yang terbuat dari tenunan jerami. Saat ini, kamu juga bisa menemukan tatami yang dibuat dengan bahan dari styrofoam. Dengan desain seperti itu, tatami memberi rasa hangat ketika digunakan untuk tidur.

Sebagai tambahan, kenyamanan tidur di lantai juga didapatkan karena penggunaan futon. Futon terdiri dari dua bagian, yakni matras yang disebut dengan shikibuton serta selimut yang dikenal dengan kakebuton. Sebagai tambahan, kamu akan menjumpai keberadaan bantal yang disebut makura. Futon tersebut dapat digunakan atau dilipat secara ringkas, hanya dalam hitungan menit.

Selain itu, orang Jepang juga bisa tidur dengan nyaman karena lantai tatami yang terjaga bersih. Lantai tatami dapat terjaga bersih karena tidak boleh dilewati ketika tengah mengenakan sepatu. Sebagai tambahan, rasa nyaman tidur di atas tatami juga bisa didapatkan karena tidak menimbulkan suara gaduh seperti tidur di atas kasur. Tatami yang biasanya didesain dengan ketebalan sekitar 5 cm, mampu berfungsi sebagai bahan peredam suara.

3. Ukuran rumah yang kecil

Alasan selanjutnya kenapa masyarakat Jepang suka tidur di lantai adalah karena ukuran rumah yang terbatas. Berbeda dengan rumah-rumah di Eropa atau Indonesia yang mayoritas berukuran besar, orang Jepang punya rumah cukup kecil. Oleh karena itu, mereka berupaya untuk meminimalkan penggunaan ruangan.

Dengan kebiasaan tidur di lantai, orang Jepang punya kamar dengan ukuran yang terlihat cukup luas. Selain itu, tidak adanya kasur juga membuat ruangan kamar bisa difungsikan untuk keperluan lain, termasuk ketika menjamu tamu. Kalaupun ada teman menginap, mereka juga tidak kerepotan. Cukup dengan menggelar futon, ruangan yang terbatas bisa menampung para tamu.

4. Rawan gempa

Alasan terakhir kenapa orang Jepang suka tidur di lantai adalah karena wilayah negara mereka rawan gempa. Minimnya pemakaian perabot rumah membuat mereka relatif lebih aman ketika terjadi gempa. Di samping itu, minimnya perabot juga membuat orang Jepang tidak khawatir dengan kerugian finansial ketika terjadi gempa. Nah, itulah alasan yang membuat kenapa orang Jepang suka tidur di lantai. Cukup menarik, kan? Apakah kamu tertarik untuk mengikuti gaya tidur serupa?


What's Your Reaction?

hate hate
1
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
3
love
lol lol
0
lol
omg omg
3
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *