Belajar dari Orang Jepang, Bagaimana Menghadapi Gempa


110
18 shares, 110 points

Mirip dengan Jepang, Indonesia juga dikenal rawan akan bencana alam. Sebagaimana kedua negara tersebut terletak diatas lempeng-lempeng tektonik bumi dan sama-sama dikelilingi oleh gunung berapi yang masih aktif. Intensitas bencana alam seperti tsunami, gunung meletus, sampai gempa bumi yang sering terjadi di Jepang sedari dulu, membuat orang-orang di negeri tersebut belajar dan bersiap ketika bencana alam sewaktu-waktu datang kembali.

Pertempuran melawan atau bersiap menghadapi bencana alam seperti gempa nampaknya masih akan berlangsung sampai waktu yang lama, dan sampai saat itu tiba kembali, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara meminimalisir korban jiwa, kerusakan, hingga kerugian akibat dari bencana alam. Untuk itu, ada baiknya kita belajar dari orang Jepang sebagai negara yang ‘berpengalaman’, tentang bagaimana mereka menghadapi gempa dan bencana.

 

Bangunan Tahan Gempa

Untuk memastikan keselamatan, sebaiknya mulai dari  hal yang paling awal. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan meningkatkan ketahanan bangunan dan rumah akan gempa ketika dalam pembangunannya. Sehingga ketika gempa bumi yang cukup kuat datang, bangunan tidak akan mudah runtuh, yang menjadi salah satu penyebab paling penting dari cedera atau kematian selama gempa bumi.

Di Jepang, semua bangunan yang baru dibangun harus mengikuti aturan ketat yang ditetapkan oleh pemerintah. Bangunan-bangunan ini harus memenuhi 2 persyaratan: jaminan tidak akan runtuh karena gempa bumi dalam 100 tahun ke depan, dan bangunan dijamin tidak akan rusak dalam 10 tahun pembangunan. Terlebih lagi, semua bahan yang digunakan untuk konstruksi harus mengikuti aturan ketat dari pihak yang berwenang.

 

Sistem Peringatan Gempa (Alarm Gempa)

Semua telepon pintar di Jepang memiliki sistem peringatan gempa / tsunami yang dipasang, karenanya, sekitar 5 hingga 10 detik sebelum bencana menyerang sistem peringatan harus memberi orang beberapa detik tambahan yang berharga untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman atau berlindung di bawah meja. Ketika peringatan berbunyi mendengung terdengar, dan suara terus berkata “Jishin desu! Jishin desu ”(artinya“ Ada gempa bumi ”) sampai gempa berhenti.

Karena gempa bumi yang terjadi di daerah pesisir lebih mungkin menghasilkan tsunami, peningkatan sistem peringatan berkontribusi untuk meminimalkan kehilangan nyawa dan properti dengan memberi peringatan 5-10 menit sebelum tsunami datang. Selain itu, Badan Meteorologi Jepang telah memasang lebih dari 200 stasiun perkiraan seismik di seluruh negeri, dan pada skala yang lebih besar, Kementerian Pencegahan Bencana telah menyiapkan 800 stasiun untuk pembuatan sistem peringatan. Dengan semua informasi yang dikumpulkan dari stasiun seismik, staf pemerintah dapat segera menganalisis data, mengidentifikasi ruang lingkup bencana, serta memprediksi waktu terjadinya di masing-masing lokasi dan kemudian meluncurkan peringatan kepada masyarakat sehingga warga dapat siap.

Di Indonesia, kita bisa menggunakan aplikasi serupa pada telepon pintar kita yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain bisa mengetahui kondisi cuaca dan iklim, aplikasi ini juga memiliki sistem peringatan ketika bencana seperti gempa, gunung meletus, hingga tsunami terjadi.

 

Perbekalan Bencana Terpadu

Untuk meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam, pemerintah Jepang telah memberikan panduan luas tentang cara bertahan hidup akan serangan bencana. Jepang telah membangun sistem dengan fakultas darurat penuh untuk melayani orang ketika bencana besar terjadi. Apa yang harus Anda lakukan sendiri adalah menyiapkan ransel darurat untuk setiap anggota rumah tangga Anda, di mana Anda menyimpan hal-hal penting seperti senter, obat-obatan, selimut, masker, tali, radio, dan sejumlah makanan yang cukup untuk bertahan hidup selama 3 hari hingga 1 minggu.

Selanjutnya, setiap pusat evakuasi di Jepang yang didirikan sendiri (umumnya gedung olahraga) dilengkapi dengan helm, selimut, senter, makanan untuk melayani kebutuhan penting orang-orang yang datang ke lokasi evakuasi ini ketika rumah mereka tidak aman lagi.

 

Kesadaran akan Pencegahan Bencana

Pemerintah Jepang memfokuskan pada penyediaan pengetahuan yang memadai tentang gempa bumi dan tsunami kepada penduduk mereka sejak dini. Sesi pelatihan dan / atau pameran tentang pencegahan bencana secara teratur diadakan seperti konferensi untuk pembangunan daerah evakuasi. Pelatihan seperti ini dimulai sejak muda, dari anak-anak pra-TK harus secara teratur berpartisipasi dalam latihan bencana alam. Semua siswa Jepang tahu bahwa setiap kali gempa terjadi mereka tidak diperbolehkan panik, sebaliknya, mereka harus melindungi kepala mereka, melarikan diri dengan cara yang teratur, dan sama sekali tidak terburu-buru atau panik berlebih.

 

Ibu/Bapak Rumah Tangga

Ibu rumah tangga di Jepang juga memainkan peran penting dalam pencegahan bencana. Karena gempa bumi kemungkinan akan mempengaruhi saluran pipa gas yang dapat memicu ledakan dan memulai kebakaran, setiap kali gempa terjadi ibu rumah tangga dilatih untuk segera bergegas ke dapur untuk mematikan gas (dan listrik jika perlu), dan membuka pintu di rumah karena mereka bisa menjadi sulit untuk dibuka jika ditutup ketika gempa kuat terjadi. Ibu rumah tangga Jepang juga memiliki tugas lain yang sangat penting: mereka harus memeriksa kit darurat secara berkala untuk mengganti barang yang rusak atau kadaluwarsa.

 

Hal lain yang semua orang Jepang tahu adalah bahwa ketika gempa bumi besar menyerang, mereka harus benar-benar menghindari hal-hal yang menggantung di langit-langit karena mereka memiliki potensi untuk menyebabkan cedera besar, seperti jendela yang dapat pecah menjadi banyak bagian. Di banyak kantor, pusat komersial, taman atau tempat ramai, terdapat petunjuk rinci dan tanda keluar jika terjadi bencana. Semua hal  yang dilakukan orang Jepang diatas dapat kita jadikan pelajaran dalam menghadapi bencana alam, gempa misalnya. Dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menghadapi situasi bencana dan mengikuti langkah-langkah aman seperti diatas, kemungkinan terjadinya kerusakan hingga korban jiwa dapat di minimalisir.

 

 

 

(ADP)

 


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format