Jepang Coba Membuat Lift ke Luar Angkasa, Apa itu Mungkin?


116
7 shares, 116 points

Membahas tentang kemajuan teknologi, Jepang mungkin menjadi satu yang terbaik di dunia, sebagaimana negeri tersebut telah banyak melakukan inovasi sampai penemuan yang paling mutakhir untuk kehidupan manusia. Menembus batas, mungkin menjadi kata-kata yang cocok untuk rencana dari inovasi Jepang di masa mendatang ini. peneliti di Jepang bekerja untuk membangun lift atau elevator ruang angkasa yang dapat mengangkut orang dan barang ke luar angkasa pada tahun 2050.

Sejauh yang mereka rencanakan, sebuah lift ruang angkasa yang menghubungkan Bumi dan orbit terendah, bisa sangat membantu astronot dan ilmuwan untuk melakukan tugas mereka. Sebagaimana ditunjukkan Smithsonian, roket mahal dan seringkali digunakan sekali pakai. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti di Universitas Shizuoka Jepang berencana menguji elevator di ruang angkasa pada skala yang lebih kecil terlebih dahulu.

Dalam tes awal kita akan melihat bagaimana roket dan lift mini diluncurkan ke luar angkasa dari landasan roket di pulau Tanegashima Jepang. Setelah berada di ruang angkasa, lift kecil itu – berukuran sekitar 4 inci – akan berjalan di kabel sepanjang 32-kaki yang tergantung di ruang antara dua satelit mini. Kamera di satelit akan memantau pergerakan kotak lift bermotor. “Ini akan menjadi percobaan pertama di dunia untuk menguji gerakan elevator di luar angkasa,” kata seorang juru bicara Universitas Shizuoka. Peluncuran itu seharusnya dilakukan pada 11 September lalu, tetapi angin topan telah menundanya hingga tanggal yang masih belum ditentukan.

Tentu saja, untuk benar-benar membangun lift ke ruang angkasa akan membutuhkan lebih dari satu kotak kecil dan dua satelit. Ide ini pertama kali muncul pada tahun 1895 ketika ilmuwan Rusia Konstantin Tsiolkovsky terinspirasi oleh Menara Eiffel. Sejak itu, teori-teori telah membayangkan sebuah kabel yang ditambatkan ke Bumi — mungkin di suatu tempat di dekat khatulistiwa — yang memungkinkan kendaraan elektromagnetik naik ke atas dan ke bawah dengan biaya yang jauh lebih murah daripada roket.

Tantangan terbesar? Saat ini tidak ada material untuk lift yang cukup kuat untuk melawan gravitasi dan angin dari atmosfer atas luar angkasa. Karbon nanotube bisa dijadikan pilihan karena material tersebut 20 kali lebih kuat dari baja, tetapi bahkan itu mungkin rusak di bawah tekanan. Namun, meskipun ada masalah, para peneliti di Universitas Shizuoka percaya bahwa tes terencana yang akan datang akan memberikan data yang berguna untuk ide lift ke luar angkasa ini untuk menjadi kenyataan.

 

 

 

 

(ADP)


What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
1
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format